KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Musim kemarau tidak serta-merta membuat seluruh Indonesia bebas dari hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat dan angin kencang di sejumlah provinsi pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Berdasarkan prakiraan BMKG yang dikutip dari materi yang Anda kirim, sedikitnya tujuh provinsi berpeluang mengalami hujan sedang hingga lebat. Sementara potensi angin kencang mencakup 13 provinsi.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena hujan dengan intensitas tinggi secara lokal dapat muncul meskipun sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada dalam periode kemarau.
Baca Juga: Mutasi Polri 2026: Jenderal Bintang Tiga Polri Menuju Pensiun 2026, Ada Karyoto dan Fadil Imran
Daftar Daerah Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat
BMKG memetakan 7 provinsi yang perlu mewaspadai hujan sedang hingga lebat pada 5 Agustus 2026, yakni:
Aceh
Sumatera Utara
Jawa Barat
Kalimantan Utara
Papua Tengah
Papua Pegunungan
Papua
Daftar Daerah Berpotensi Angin Kencang
Potensi angin kencang tersebar lebih luas. Sebanyak 13 provinsi masuk dalam daftar kewaspadaan:
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Selatan
Sulawesi Utara
Sulawesi Selatan
Maluku Utara
Maluku
Papua Barat Daya
Papua Barat
Papua Selatan
Dari daftar tersebut, Aceh dan Sumatera Utara menghadapi dua potensi sekaligus, yakni hujan sedang hingga lebat serta angin kencang.
Baca Juga: Beli Mobil dan Motor Listrik Bakal Dapat Insentif, Purbaya Ungkap Pemerintah Masih Hitung Skemanya
Kalimantan Ikut Masuk Daftar
Sejumlah wilayah Kalimantan juga perlu meningkatkan kewaspadaan.
Kalimantan Utara masuk daerah yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat. Sementara Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan berpotensi mengalami angin kencang.
Adapun Kalimantan Timur tidak tercantum dalam daftar provinsi berpotensi hujan sedang-lebat maupun angin kencang pada prakiraan 5 Agustus 2026 yang dimuat dalam materi tersebut.
Baca Juga: Nasib Febrie Adriansyah Usai Jadi Tersangka TPPU, Jaksa Agung Resmi Berhentikan Sementara
Meski begitu, perubahan cuaca dapat terjadi dalam waktu relatif singkat sehingga masyarakat tetap perlu mengikuti peringatan dini terbaru BMKG.
Kemarau Justru Semakin Meluas
Ancaman hujan lokal muncul bersamaan dengan kondisi kering yang semakin terasa di sejumlah wilayah.
Hasil pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) Dasarian III Juli 2026 menunjukkan terdapat 1.657 titik pengamatan yang mengalami periode tanpa hujan sangat panjang selama 31–60 hari.
Selain itu, 306 titik telah mengalami kondisi ekstrem dengan tidak turun hujan selama lebih dari 60 hari.
Daerah dengan periode kering panjang tersebut terutama tersebar di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Maluku Utara dan sebagian Sulawesi.
Hujan Lebat Masih Bisa Terjadi saat Kemarau
BMKG mencatat hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di beberapa daerah menjelang awal Agustus.
Pada periode 30 Juli–2 Agustus 2026, Aceh mencatat curah hujan hingga 164,3 milimeter per hari. Sumatera Utara mencapai 144 mm per hari, sedangkan Sumatera Barat mencapai 102,5 mm per hari.
Curah hujan tinggi juga terpantau di Kepulauan Riau sebesar 97 mm per hari dan Kalimantan Utara 59 mm per hari.
Fenomena atmosfer seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial ikut mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
Sirkulasi siklonik yang terpantau di Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu juga berpotensi membentuk area pertemuan angin yang mendukung pembentukan awan.
Angin Lebih dari 25 Knot
Tak hanya hujan, BMKG mengantisipasi peningkatan kecepatan angin permukaan di sejumlah perairan.
Baca Juga: 2 Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Ditemukan Tewas di Jurang 60 Meter, Evakuasi Dilanjutkan Rabu
Kecepatan angin diperkirakan dapat melampaui 25 knot. Kondisi tersebut dapat meningkatkan tinggi gelombang sehingga perlu diperhatikan masyarakat pesisir maupun pelaku aktivitas pelayaran.
Di sisi lain, periode kemarau yang semakin panjang juga meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Masyarakat diminta menghemat penggunaan air serta menghindari pembakaran sampah dan pembukaan lahan menggunakan api, terutama di kawasan gambut, semak belukar dan hutan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru karena hujan lebat, petir maupun angin kencang dapat terjadi secara lokal di tengah dominasi musim kemarau.
Editor : Uways Alqadrie