Peringatan Dini BMKG 5 Agustus 2026: Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam 20 Wilayah, Cek Daftarnya

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 20:20 WIB
Grafis Kaltim Post
Grafis Kaltim Post

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Musim kemarau tidak serta-merta membuat seluruh Indonesia bebas dari hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat dan angin kencang di sejumlah provinsi pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Berdasarkan prakiraan BMKG yang dikutip dari materi yang Anda kirim, sedikitnya tujuh provinsi berpeluang mengalami hujan sedang hingga lebat. Sementara potensi angin kencang mencakup 13 provinsi.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena hujan dengan intensitas tinggi secara lokal dapat muncul meskipun sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada dalam periode kemarau.

Baca Juga: Mutasi Polri 2026: Jenderal Bintang Tiga Polri Menuju Pensiun 2026, Ada Karyoto dan Fadil Imran

Daftar Daerah Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat

BMKG memetakan 7 provinsi yang perlu mewaspadai hujan sedang hingga lebat pada 5 Agustus 2026, yakni:

Aceh

Sumatera Utara

Jawa Barat

Kalimantan Utara

Papua Tengah

Papua Pegunungan

Papua

Daftar Daerah Berpotensi Angin Kencang

Potensi angin kencang tersebar lebih luas. Sebanyak 13 provinsi masuk dalam daftar kewaspadaan:

Aceh

Sumatera Utara

Sumatera Barat

Nusa Tenggara Timur

Kalimantan Barat

Kalimantan Selatan

Sulawesi Utara

Sulawesi Selatan

Maluku Utara

Maluku

Papua Barat Daya

Papua Barat

Papua Selatan

Dari daftar tersebut, Aceh dan Sumatera Utara menghadapi dua potensi sekaligus, yakni hujan sedang hingga lebat serta angin kencang.

Baca Juga: Beli Mobil dan Motor Listrik Bakal Dapat Insentif, Purbaya Ungkap Pemerintah Masih Hitung Skemanya

Kalimantan Ikut Masuk Daftar

Sejumlah wilayah Kalimantan juga perlu meningkatkan kewaspadaan.

Kalimantan Utara masuk daerah yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat. Sementara Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan berpotensi mengalami angin kencang.

Adapun Kalimantan Timur tidak tercantum dalam daftar provinsi berpotensi hujan sedang-lebat maupun angin kencang pada prakiraan 5 Agustus 2026 yang dimuat dalam materi tersebut.

Baca Juga: Nasib Febrie Adriansyah Usai Jadi Tersangka TPPU, Jaksa Agung Resmi Berhentikan Sementara

Meski begitu, perubahan cuaca dapat terjadi dalam waktu relatif singkat sehingga masyarakat tetap perlu mengikuti peringatan dini terbaru BMKG.

Kemarau Justru Semakin Meluas

Ancaman hujan lokal muncul bersamaan dengan kondisi kering yang semakin terasa di sejumlah wilayah.

Hasil pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) Dasarian III Juli 2026 menunjukkan terdapat 1.657 titik pengamatan yang mengalami periode tanpa hujan sangat panjang selama 31–60 hari.

Selain itu, 306 titik telah mengalami kondisi ekstrem dengan tidak turun hujan selama lebih dari 60 hari.

Daerah dengan periode kering panjang tersebut terutama tersebar di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Maluku Utara dan sebagian Sulawesi.

Hujan Lebat Masih Bisa Terjadi saat Kemarau

BMKG mencatat hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di beberapa daerah menjelang awal Agustus.

Pada periode 30 Juli–2 Agustus 2026, Aceh mencatat curah hujan hingga 164,3 milimeter per hari. Sumatera Utara mencapai 144 mm per hari, sedangkan Sumatera Barat mencapai 102,5 mm per hari.

Curah hujan tinggi juga terpantau di Kepulauan Riau sebesar 97 mm per hari dan Kalimantan Utara 59 mm per hari.

Fenomena atmosfer seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial ikut mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.

Sirkulasi siklonik yang terpantau di Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu juga berpotensi membentuk area pertemuan angin yang mendukung pembentukan awan.

Angin Lebih dari 25 Knot

Tak hanya hujan, BMKG mengantisipasi peningkatan kecepatan angin permukaan di sejumlah perairan.

Baca Juga: 2 Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Ditemukan Tewas di Jurang 60 Meter, Evakuasi Dilanjutkan Rabu

Kecepatan angin diperkirakan dapat melampaui 25 knot. Kondisi tersebut dapat meningkatkan tinggi gelombang sehingga perlu diperhatikan masyarakat pesisir maupun pelaku aktivitas pelayaran.

Di sisi lain, periode kemarau yang semakin panjang juga meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masyarakat diminta menghemat penggunaan air serta menghindari pembakaran sampah dan pembukaan lahan menggunakan api, terutama di kawasan gambut, semak belukar dan hutan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru karena hujan lebat, petir maupun angin kencang dapat terjadi secara lokal di tengah dominasi musim kemarau.

 

Editor : Uways Alqadrie
cuaca ekstrem Agustus 2026 potensi hujan dan angin kencang Peringatan Dini BMKG bmkg