KALTIMPOST.ID- Keluhan kesehatan yang muncul setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bontang tak hanya datang dari SDN 012 Bontang Selatan. Laporan sementara menunjukkan siswa hingga guru di sejumlah sekolah juga mengalami sakit perut, mual, dan diare usai mengonsumsi MBG pada Rabu (5/8/2026).
Setidaknya, keluhan dilaporkan terjadi di SDN 012 Bontang Selatan, SD Muhammadiyah Bontang Utara, PAUD Al Hikmah, hingga SMP Negeri 1 Bontang. Namun, belum ada keterangan resmi yang memastikan bahwa keluhan tersebut merupakan keracunan ataupun disebabkan menu MBG.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun, di SDN 012 Bontang Selatan terdapat 11 siswa dan tujuh guru yang mengalami keluhan. Kemudian satu orang dari SD Muhammadiyah Bontang Utara dan lima orang dari PAUD Al Hikmah.
Baca Juga: Ada Lagi Warga Keracunan MBG di Sebulu, Sekkab Kukar Pastikan Satgas Siaga 24 Jam
Laporan serupa juga muncul dari SMP Negeri 1 Bontang. Sebanyak enam siswa dan seorang guru disebut merasakan sakit perut dan mual. Dengan demikian, sedikitnya 30 orang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan berdasarkan pendataan sementara.
Kepala SMP Negeri 1 Bontang, Riyanto, mengatakan siswa dan guru yang mengalami keluhan memang sempat mencicipi menu MBG yang dibagikan pada hari tersebut. Sekolah itu diketahui mendapat pasokan makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Utara II.
“Setelah mencicipi menu MBG, mereka merasakan sakit perut dan mual,” kata Riyanto. Pihak sekolah kini masih menelusuri kondisi para siswa tersebut, termasuk memastikan apakah mereka kembali mengikuti kegiatan belajar pada Kamis (6/8/2026).
Namun salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku, anaknya tidak sempat mencicipi MBG di hari tersebut. Tetapi terdapat lauk yang dibawa pulang. "Jadi berangkat itu memang bawa bekal dari rumah. Kemudian saat pulang ia membawa lauknya. Bau di tempat makannya itu menyengat sekali," ucapnya.
Baca Juga: Pusdiksi Unmul Sebut Putusan MK soal MBG Berpotensi Disalahartikan dalam APBN 2027
Sementara itu, informasi mengenai dugaan keracunan MBG awalnya mencuat dari SDN 012 Bontang Selatan. Salah seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku mendapati sejumlah anak mengeluhkan kondisi kesehatan saat jam pulang sekolah.
“Pas saya jemput anak, banyak anak yang mengeluh sakit perut dan mual,” tutur dia. Keluhan itu kemudian ramai dibicarakan dalam grup paguyuban orang tua murid kelas 1. Sejumlah orang tua melaporkan anak mereka mengalami gejala serupa. Ada yang sakit perut dan mual, bahkan beberapa disebut mengalami diare.
“Iya benar, tadi di grup paguyuban ramai yang mengeluhkan itu,” katanya. Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Subiantoro, membenarkan telah menerima informasi tersebut. Laporan awal yang diterimanya bahkan menyebut keluhan tidak hanya dialami siswa, tetapi juga tenaga pendidik.
“Iya benar, saya mendapat informasi dari salah satu guru di sekolah itu. Namun, berapa siswa dan guru yang terdampak belum kami ketahui,” terang Elis saat dihubungi, Kamis (6/8/2026). Kelurahan selanjutnya akan berkoordinasi dengan pengelola dapur MBG dan instansi terkait untuk menelusuri kejadian tersebut.
Hingga kini, penyebab sakit perut, mual, dan diare yang dialami siswa serta guru belum dapat dipastikan. Belum diketahui pula apakah seluruh orang yang mengalami keluhan mengonsumsi menu yang sama atau mendapatkan makanan dari SPPG yang sama. (riz)
Editor : Muhammad Rizki