Tanpa Penantang di Musda Golkar Samarinda, Andi Satya Buka Suara Soal Target Pemilu dan Isu Pilwali

Bayu Rolles • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 07:36 WIB
dr Andi Satya Adi Saputra.
Andi Satya Adi Saputra.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Peta persaingan menuju kursi Ketua DPD II Partai Golkar Samarinda praktis berakhir bahkan sebelum Musyawarah Daerah (Musda) dimulai. Hingga penutupan pendaftaran, hanya satu nama yang muncul, yakni Andi Satya Adi Saputra.

Situasi itu membuat Musda yang dijadwalkan berlangsung di Hotel Fugo Samarinda pada Sabtu, 8 Agustus 2026, lebih mengarah pada proses pengukuhan dibanding arena pertarungan politik. Tidak ada kader lain yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua, sehingga peluang Andi Satya mengamankan tampuk kepemimpinan partai berlambang beringin di Kota Tepian terbuka lebar.

Ditemui usai Rapat Paripurna DPRD Kaltim, Selasa, 4 Agustus 2026, Andi Satya memilih merespons dinamika tersebut dengan nada tenang. Menurutnya, keputusan tetap berada di tangan para pemilik suara dalam forum Musda. Jika kepercayaan itu diberikan, ia menyatakan siap mengemban amanah memimpin organisasi.

Baca Juga: Kebocoran PAD Terkuak, Ribuan Alat Berat Perusahaan Raksasa di Kaltim Ternyata Belum Kena Pajak

"Musda bergantung pada dukungan para pemilik suara. Seandainya nanti dalam forum hanya ada nama saya, insya Allah saya siap menjalankan amanah tersebut untuk memimpin Golkar Samarinda," ujarnya.

Kemunculan calon tunggal kerap memunculkan tafsir bahwa kompetisi sengaja dibatasi. Namun, Andi menolak anggapan tersebut. Dia menegaskan mekanisme penjaringan di Golkar berlangsung terbuka dan memberikan ruang yang sama kepada setiap kader untuk ikut berkontestasi.

"Mekanisme di partai sangat dinamis dan terbuka untuk siapa saja. Kebetulan hanya saya yang mendaftar, sehingga menjadi calon tunggal. Itu murni dinamika yang terjadi," tegasnya.

Jika dipercaya memimpin, Andi mengaku tidak ingin sekadar menjalankan roda organisasi. Dia juga langsung memasang target politik yang lebih besar, yakni mengembalikan kejayaan Golkar di Samarinda pada Pemilu Legislatif 2029. Salah satu sasaran yang dipatok adalah menambah sedikitnya dua kursi DPRD Kota Samarinda dibanding perolehan pada periode sekarang.

Baca Juga: Tatap Pilkada Samarinda 2029, Gerindra Resmi Dorong Ketua DPRD Helmi Abdullah Maju Calon Wali Kota

Target tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa kepemimpinan baru Golkar Samarinda nantinya akan diarahkan untuk memperkuat mesin partai menghadapi kontestasi politik lima tahun mendatang.

Di tengah menguatnya spekulasi yang mulai mengaitkan namanya dengan Pemilihan Wali Kota Samarinda 2030, Andi justru memilih menahan diri. Baginya, pembicaraan mengenai Pilwali saat pemerintahan yang baru terbentuk belum genap menjalankan masa jabatan bukanlah momentum yang tepat.

"Golkar tidak pernah kekurangan kader potensial. Siapa pun yang maju nanti merupakan sosok yang mengantongi mandat resmi partai. Namun, membicarakan Pilwali saat ini terlalu dini. Tidak elok rasanya dengan Pak Wali yang masih memiliki waktu lima tahun untuk bekerja," katanya.

Saat ini, fokusnya masih tertuju pada amanah sebagai anggota DPRD Kaltim. Ia ingin membuktikan kinerja kepada masyarakat sebelum berbicara mengenai kontestasi politik berikutnya. "Masih ada waktu lima tahun untuk bekerja dan menjalankan amanah rakyat. Soal ke mana garis tangan menuntun di masa depan, itu urusan belakangan," pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
musda golkar samarinda golkar samarinda Pilwali Samarinda Andi Satya Adi Saputra