
KALTIMPST.ID – Anggota DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, mendorong Pemerintah Provinsi (Pempro) untuk terus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, peningkatan PAD tidak hanya bergantung pada sektor pajak yang telah berjalan.
Reza menjelaskan, pemerintah daerah perlu memperkuat strategi dalam mengelola dan memaksimalkan penerimaan dari berbagai sektor yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kemampuan fiskal daerah di tengah tantangan pendapatan yang terus berkembang.
"Yang pertama terkait dengan PAD, tentunya kita berharap pemerintah bisa lebih berinovasi kembali dalam rangka meningkatkan penerimaan pajak yang ada di daerah," ujar Reza pada Kamis (6/8).
Dia menyebutkan, dari sisi kewenangan pemprov, terdapat beberapa sumber retribusi dan pajak yang memiliki potensi untuk terus dioptimalkan, di antaranya sektor galian C serta pajak air permukaan.
Kedua sektor tersebut dinilai masih memiliki peluang untuk memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap PAD apabila dikelola secara maksimal.
Selain optimalisasi penerimaan, Reza juga menekankan pentingnya pembenahan regulasi. Menurutnya, berbagai aturan yang menjadi kewenangan Pemprov Kaltim, perlu disusun dan diregulasi dengan baik melalui peraturan daerah agar memiliki landasan hukum yang kuat dalam pelaksanaannya.
"Ini menjadi salah satu penopang agar potensi PAD bisa lebih optimal," katanya. Politisi Gerindra itu berharap, pemerintah daerah dapat mengambil langkah-langkah strategis dalam berbagai kondisi untuk meningkatkan penerimaan daerah.
Dia menilai, pemerintah tidak hanya perlu mengandalkan sumber PAD yang selama ini telah berjalan, tetapi juga harus mampu mengidentifikasi dan mengembangkan potensi-potensi baru yang belum tergarap.
Menurut Reza, upaya menggali sumber-sumber pendapatan baru akan menjadi salah satu kunci dalam memperkuat kemandirian fiskal Kaltim.
"Kita berharap pemerintah, dalam kondisi apa pun, tidak hanya dari sumber yang selama ini sudah ada, tetapi juga menggali potensi-potensi PAD yang hingga saat ini belum terambil secara maksimal," tutupnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki