BONTANG – Penyebab sekitar 30 orang mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Bontang Utara 2 masih belum dapat dipastikan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang diperkirakan rampung pada Senin atau Selasa pekan depan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Bontang, Bambang Sri Mulyono, mengatakan proses pemeriksaan membutuhkan waktu karena sampel harus melalui tahapan pembiakan selama empat hingga lima hari.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya kontaminasi biologis maupun zat kimia pada makanan yang dikonsumsi para penerima program MBG.
"Uji biologi sama uji kimia. Sampelnya sudah dimasukkan ke laboratorium," kata Bambang, Jumat (7/8).
Baca Juga: SPPG Buka Suara Soal Belasan Siswa dan Guru SDN 012 Bontang Selatan Diduga Keracunan
Menurut Bambang, sampel yang diuji tidak hanya berasal dari makanan yang masih tersimpan di SPPG Bontang Utara 2. Petugas juga mengambil sampel makanan yang telah didistribusikan kepada penerima untuk memastikan hasil pemeriksaan lebih akurat.
Ia menjelaskan, setiap SPPG memang diwajibkan menyimpan sampel makanan yang diproduksi setiap hari sebagai bagian dari prosedur pengawasan mutu apabila terjadi dugaan masalah setelah makanan dibagikan.
"Setiap kali masak mereka simpan sampelnya di kulkas. Yang di lapangan juga kami ambil. Dua-duanya diperiksa, kalau tidak begitu nanti hasilnya bisa bias," ujarnya.
Sebelum menentukan jenis pemeriksaan laboratorium, Dinkes terlebih dahulu melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE). Tim dari puskesmas turun ke lapangan sehari setelah kejadian untuk menelusuri sumber gangguan kesehatan yang dialami para penerima MBG.
Hasil penelusuran tersebut menjadi dasar dalam menentukan parameter laboratorium yang perlu diperiksa sehingga pengujian lebih terarah.
"Penyelidikan epidemiologi dilakukan untuk melihat kira-kira penyebabnya apa. Dari situ nanti ditentukan apa yang perlu diperiksa," jelasnya.
Bambang menegaskan, hingga hasil laboratorium diterima, Dinkes belum dapat menyimpulkan makanan tertentu sebagai penyebab gangguan kesehatan, termasuk dugaan terhadap salah satu komponen menu MBG.
Ia juga mengingatkan bahwa makanan dari SPPG Bontang Utara 2 didistribusikan kepada sekitar 2.400 penerima, sementara warga yang melaporkan keluhan hanya sekitar 30 orang.
Selain itu, kondisi seluruh penerima yang mengalami keluhan telah membaik. Gangguan kesehatan yang dialami berlangsung singkat dan mereka sudah kembali beraktivitas, termasuk bersekolah pada keesokan harinya.
"Yang mengalami keluhan sekitar 30 orang. Besok paginya mereka sudah sekolah lagi dan yang mencicipi makanan juga sudah masuk," terangnya.
Dinkes Bontang memilih menunggu hasil laboratorium sebelum mengambil kesimpulan maupun menentukan langkah lanjutan. Apabila diperlukan, sampel dapat dikirim untuk pemeriksaan lanjutan ke laboratorium Provinsi Kalimantan Timur atau Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Namun, berdasarkan hasil Penyelidikan Epidemiologi sementara, pemeriksaan masih dinilai dapat dilakukan di laboratorium yang tersedia di Bontang.
"Nanti tunggu hasilnya. Kemungkinan Selasa sudah ada," pungkas Bambang.
Editor : Muhammad Ridhuan