LAPORAN KHUSUS: BI Ungkap Peluang Tambah PAD Kaltim dari Properti hingga Hotel

Ainur Rofiah • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 09:05 WIB
Sektor properti jadi salah satu penyumbang investasi terbesar yang masuk ke Balikpapan
Perumahan

KALTIMPOST.ID-Penguatan ekonomi tersebut sekaligus membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk memperluas sumber PAD. BI melihat potensi penerimaan masih tersedia di berbagai aktivitas ekonomi.

Jajang menyebut sektor pertambangan beserta industri turunannya, kendaraan bermotor, properti, hotel dan restoran, parkir hingga berbagai layanan publik sebagai sektor yang dapat terus dioptimalkan.

“Potensi peningkatan PAD Kaltim masih terbuka lebar melalui optimalisasi penerimaan dari berbagai aktivitas ekonomi,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim Jajang Hermawan.

Namun, optimalisasi tersebut menurutnya tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan pemungutan. Sistem penerimaan daerah juga perlu dibuat semakin mudah, efisien dan terdigitalisasi.

Baca Juga: Sekkab Kubar Erik Victory Gelar Syukuran Tempati Rumah Jabatan, Mohon Dukungan Jalankan Amanah

Salah satu langkah yang didorong adalah penguatan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Sinergi pemerintah daerah, BI, perbankan, perangkat daerah dan pelaku usaha diarahkan untuk memperkuat integrasi data serta sistem penerimaan daerah.

Kanal pembayaran digital seperti QRIS, virtual account dan e-billing juga perlu diperluas.

“Digitalisasi tersebut diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan optimalisasi PAD, tetapi juga memperkuat kualitas tata kelola keuangan daerah melalui peningkatan transparansi, akuntabilitas, efisiensi layanan publik, serta mendukung terwujudnya kemandirian fiskal daerah yang lebih berkelanjutan,” jelas Jajang.

Integrasi dan pemutakhiran data perpajakan, perizinan, pelayanan publik serta transaksi pembayaran dinilai penting untuk memetakan potensi penerimaan secara lebih akurat.

INVESTASI JADI MESIN BARU

Selain optimalisasi pajak dan retribusi, BI mendorong investasi sebagai salah satu sumber pertumbuhan sekaligus basis penerimaan baru bagi daerah.

Jajang mengatakan peran Regional Investor Relations Unit (RIRU) Kaltim perlu terus diperkuat. RIRU menjadi wadah sinergi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, BI, DPMPTSP, perangkat daerah, BUMD, perbankan dan pelaku usaha dalam mendorong percepatan realisasi investasi.

Baca Juga: Kideco Menggelar KIC 2026 untuk Dorong Inovasi AI dan IoT untuk Industri Pertambangan Berkelanjutan

“Investasi menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang semakin strategis dalam menjaga momentum pembangunan Kaltim,” ujarnya.

Melalui RIRU, proyek investasi didorong agar benar-benar siap ditawarkan kepada investor. Mulai dari studi kelayakan, kepastian aspek perizinan dan lahan, perancangan skema pembiayaan hingga pemetaan investor yang sesuai dengan karakteristik proyek.

Promosi investasi juga dapat dilakukan melalui forum investasi, business matching serta jejaring investor domestik maupun internasional.

Menurut Jajang, investasi yang masuk harus mampu memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian lokal. “Dengan demikian, investasi diharapkan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kaltim yang lebih inklusif dan berdaya saing,” katanya. (rd)

Editor : Romdani.
Perhotelan Kaltim ibu kota nusantara Properti Balikpapan Bank Indonesia Kalimantan Timur pendapatan asli daerah (PAD)