KALTIMPOST.ID-DPRD Kaltim meminta Pemprov memperkuat strategi optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), terutama dalam penyusunan proyeksi APBD 2027. Target pendapatan dinilai harus disertai pemetaan potensi dan strategi pencapaian yang terukur.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim Firnadi Ikhsan mengatakan, pendapatan daerah Kaltim 2027 diproyeksikan sekitar Rp 11,7 triliun, dengan PAD mencapai Rp 9,4 triliun. Dari angka tersebut, pajak daerah ditargetkan sekitar Rp 7,38 triliun.
“Bukan sekadar menaikkan angka target dari tahun sebelumnya. Kita ingin setiap target memiliki basis data dan strategi pencapaiannya,” kata Firnadi.
Menurutnya, DPRD mendorong empat langkah utama, yakni memperkuat pengawasan pencapaian target, mengintegrasikan basis data objek pajak, mengintensifkan objek pajak yang sudah ada sekaligus menggali potensi baru, serta mengevaluasi kontribusi aset daerah dan BUMD.
Baca Juga: Sekkab Kubar Erik Victory Gelar Syukuran Tempati Rumah Jabatan, Mohon Dukungan Jalankan Amanah
Salah satu yang menjadi perhatian adalah Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Target 2027 diproyeksikan mencapai Rp 5,4 triliun atau sekitar 73 persen dari target pajak daerah.
Pengawasan konsumsi dan distribusi BBM di sektor pertambangan, perkebunan, industri, konstruksi, transportasi dan pelayaran dinilai perlu diperkuat.
DPRD juga menyoroti pajak alat berat dan pajak air permukaan yang masing-masing ditargetkan sekitar Rp 65 miliar dan Rp 20 miliar.
Besarnya aktivitas pertambangan dan industri dinilai perlu diikuti pendataan serta pengawasan yang lebih akurat.
Selain pajak, Firnadi mendorong optimalisasi aset daerah dan BUMD, termasuk peluang keterlibatan BUMD dalam rantai bisnis pertambangan, migas dan perkebunan sesuai kewenangan serta kelayakan bisnis.
“Arah kita bukan menambah beban masyarakat dengan pajak baru. Fokusnya adalah memastikan potensi ekonomi Kaltim yang sudah sangat besar benar-benar memberikan kontribusi yang optimal kepada daerah,” tegasnya.
DPRD nantinya meminta pemprov menyertakan peta potensi, target, realisasi, tax gap, serta rencana aksi untuk setiap sumber pendapatan strategis. “Ukuran keberhasilan kita bukan hanya target PAD naik. Yang juga penting adalah berapa besar potensi yang berhasil kita temukan,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.