LAPORAN KHUSUS: Jangan Sampai Jadi Kota Mati, Kaltim Didorong Percepat Bangun Sektor Pariwisata

Ainur Rofiah • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 18:03 WIB
Wahana banana boat di Pantai Manggar
Wahana banana boat di Pantai Manggar

KALTIMPOST.ID-Selain pembangunan fisik di Kaltim, Ketua Badan Promosi Pariwisata Balikpapan Joko Purwanto menyoroti pentingnya manajemen destinasi dan komunikasi dengan pelaku industri pariwisata. 

Penutupan destinasi secara mendadak dinilai dapat merugikan biro perjalanan dan wisatawan yang telah menyusun agenda jauh hari.

Menurutnya, setiap rencana penutupan atau perbaikan destinasi semestinya disampaikan jauh sebelumnya agar pelaku perjalanan dapat menyesuaikan paket wisata yang telah dijual.

“Kalau sudah menyangkut destinasi, kalau mau ada perbaikan dan lain sebagainya harusnya koordinasi dan pemberitahuan sebelumnya supaya kita bisa menginformasikan ke pelanggan kita,” katanya.

Baca Juga: Sekkab Kubar Erik Victory Gelar Syukuran Tempati Rumah Jabatan, Mohon Dukungan Jalankan Amanah

Joko menilai Kaltim masih memiliki waktu untuk membangun pariwisata sebagai sumber ekonomi baru. Namun, hal itu membutuhkan kemauan politik pemerintah dan keberanian mengalokasikan anggaran secara lebih fokus.

“Tidak ada kata terlambat. Cuma goodwill dari pemerintah itu saja. Mau enggak? Ayo kita benahi daerah ini,” tegasnya.

Menurutnya, transformasi tersebut penting agar Kaltim tidak mengalami kesulitan fiskal ketika cadangan sumber daya alam semakin terbatas.

“Harusnya sebelum sumber daya itu habis, genjotlah pembangunan di sektor pariwisata. Jadi begitu nanti sektor migasnya sudah mengurang, pariwisata sudah jadi. Jangan jadi kota mati nantinya,” tukas Joko. (rd)

Editor : Romdani.
pariwisata Kaltim 2026 ibu kota nusantara biro perjalanan Kutai Barat pendapatan asli daerah (PAD)