Dispar Kaltim Siapkan Mahakam Mask Carnival 30 Agustus, Pawai Topeng Hingga Parade Drum Band

Eko Pralistio • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:10 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur Muhammad Faisal memberikan keterangan terkait agenda Mahakam Mask Carnival. (EKO/KP)
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur Muhammad Faisal memberikan keterangan terkait agenda Mahakam Mask Carnival. (EKO/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Dinas Pariwisata Kaltim menyiapkan pawai karnaval pada 30 Agustus mendatang. Kegiatan yang digelar pada Minggu pagi tersebut ditargetkan melibatkan sekitar 2.000 hingga 3.000 peserta.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal mengatakan, pawai dijadwalkan dimulai pukul 07.00 Wita. Rutenya dibuat lebih pendek dan kegiatan ditargetkan selesai sekitar pukul 11.00 Wita.

“Pawai kita akan laksanakan, insyaallah, tanggal 30 Agustus, pada hari Minggu. Mulai pagi hari jam 7. Jadi seluruh masyarakat silakan,” kata Faisal, Selasa (11/8).

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan inisiatif dinas pariwisata dan beberapa komunitas. Pemprov Kaltim tidak bermaksud mengambil atau menggeser agenda pawai yang biasa digelar Pemkot Samarinda.

Faisal mengatakan, momentum tersebut sengaja diambil setelah rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus. 

Baca Juga: Polemik Mal Lembuswana Samarinda: Tenant Keluhkan Tarif Sewa Naik, MBS Klaim Sediakan Insentif

Sebab, selama ini Samarinda telah memiliki tradisi pawai yang menjadi bagian dari agenda hiburan masyarakat. “Saya ingin mengambil momen bahwa setelah upacara 17 itu memang sudah ter-branding ada pawai. Sayang nanti kalau tidak ada. Jadi kita mengambil momen itu,” ujarnya.

Tahun ini, konsep karnaval mengusung tema Mahakam Mask Carnival dengan menampilkan karnaval topeng. Faisal menyebut konsep tersebut masih akan dikembangkan sehingga diharapkan pelaksanaan tahun berikutnya dapat lebih tematik.

Ada tiga agenda utama yang disiapkan dalam kegiatan tersebut. Pertama, lomba parade drum band yang melibatkan pelajar SMP dan SMA atau sekolah yang memiliki unit drum band.

Namun, formatnya bukan pertunjukan besar. Peserta akan mengikuti parade jalanan (street parade) sepanjang rute yang telah ditentukan.

“Kita akan undang SMP, SMA, sekolah yang punya unit drum band untuk berlomba. Tapi parade saja, parade street, tidak display besar,” jelasnya.

Agenda kedua adalah Festival Seni Pencak Silat. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengenapkan kepada publik bagaimana pencak silat di Benua Etam.

Baca Juga: Siap Saingi BSB! Eks Pengelola Mal Lembuswana Siapkan Konsep Lifestyle dan Hotel Bintang Lima

Agenda ketiga berupa karnaval topeng yang melibatkan penggiat seni, budaya, serta komunitas. Faisal menegaskan, pelaksanaan tahun ini memang tidak dirancang sebesar agenda karnaval pada tahun-tahun sebelumnya. 

Selain jumlah peserta dibatasi sekitar 2.000 hingga 3.000 orang, rute yang dipilih juga relatif pendek.

“Insyaallah tidak sebesar seperti yang biasa. Pagi kita pukul 11 juga selesai. Target sekitar 2.000 sampai 3.000 orang saja. Rutenya juga pendek,” pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
mahakam mask carnival Dispar Kaltim wisata samarinda samarinda