Asap Karhutla Kalimantan Terdorong Angin ke Sarawak, 9 Wilayah Malaysia Diselimuti Kabut

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:11 WIB
Grafis Kaltim Post
Grafis Kaltim Post

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan mulai berdampak hingga wilayah Sarawak, Malaysia. Pergerakan asap lintas batas tersebut terjadi ketika sebagian kawasan Kalimantan dan negara-negara di Asia Tenggara menghadapi kondisi cuaca yang relatif kering.

Dampak kabut asap mulai terlihat dari penurunan kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak. Data Air Pollutant Index Management System (APIMS) Malaysia menunjukkan beberapa daerah berada dalam kategori tidak sehat.

Serian menjadi wilayah dengan indeks polusi udara tertinggi, yakni mencapai 180. Sementara itu, Kuching berada pada angka 162 dan Samarahan 163.

Baca Juga: KH Anwar Zahid Ungkap Detik-Detik Alphard Ditabrak Truk Trailer di Bojonegoro

Sejumlah wilayah lain juga mencatat angka tinggi. Sibu berada di level 158, Mukah 156, Sarikei 154, Sri Aman 153, Bintulu 147, dan Samalaju 142.

Dengan indeks 101-200, kondisi tersebut masuk kategori tidak sehat menurut klasifikasi kualitas udara Malaysia. Selain wilayah Sarawak, Johan Setia di Selangor juga mencatat indeks 153.

Asap Bergerak Lintas Perbatasan

Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) mendeteksi kepulan asap dari titik panas di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang bergerak ke arah utara. Pergerakan tersebut berpotensi membawa asap hingga kawasan Sarawak bagian barat.

Kondisi cuaca kering diperkirakan masih berlangsung di sejumlah kawasan Asia Tenggara bagian selatan. Situasi ini dapat meningkatkan peluang terjadinya kabut asap lintas negara, terutama apabila periode tanpa hujan berlangsung lebih lama.

Departemen Meteorologi Malaysia juga memperkirakan sebagian besar wilayah Kalimantan, termasuk Sarawak, masih menghadapi cuaca panas dan minim hujan hingga Jumat.

Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta lebih memperhatikan perkembangan kualitas udara. Anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan jantung dan paru-paru menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih.

Aktivitas di luar ruangan dalam waktu lama juga disarankan untuk dikurangi ketika kualitas udara mengalami penurunan.

Baca Juga: Mutasi TNI Terbaru Agustus 2026: 8 Perwira Kodam IV/Diponegoro Bergeser, Ini Daftar Lengkapnya

BNPB: Asap Terpantau Masuk Malaysia

Potensi penyebaran asap lintas batas juga menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Plh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dodi Yuleova mengatakan arah angin pada masa peralihan musim berpotensi membawa asap dari Indonesia menuju Malaysia.

Angin dominan bergerak dari tenggara menuju barat. Berdasarkan pemantauan citra satelit, asap karhutla diketahui telah terdeteksi memasuki wilayah Malaysia yang berbatasan dengan Kalimantan Barat pada 4 serta 6-9 Agustus 2026.

Di Indonesia, kualitas udara di sejumlah daerah juga mengalami penurunan. Pada 9 Agustus, beberapa wilayah tercatat berada dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif hingga sangat tidak sehat. Kota Pontianak mencatat nilai AQI tertinggi, yakni 193.

Baca Juga: KH Anwar Zahid Alami Kecelakaan di Bojonegoro, Alphard Ditabrak Truk Trailer Saat Berhenti di Jalan

BNPB mengingatkan kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Kelompok rentan, terutama anak-anak, balita, dan lansia, menjadi pihak yang perlu lebih waspada ketika kualitas udara memburuk.

Editor : Uways Alqadrie
kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dampak kabut asap bmkg