Hasil Ekshumasi Sutrimo di Banyumas: Tak Ada Luka Kekerasan, Puluhan Sampel Diuji

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:28 WIB
Grafis Kaltim Post
Grafis Kaltim Post

KALTIMPOST.ID, JAKARTA- Misteri kematian Sutrimo belum terungkap setelah tim forensik melakukan ekshumasi dan autopsi terhadap jenazahnya di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026).

Pemeriksaan terhadap jenazah yang telah dimakamkan sejak 23 Juli 2026 itu tidak menemukan tanda kekerasan secara kasat mata. Tim dokter tidak melihat adanya luka akibat benda tumpul maupun senjata tajam.

Meski demikian, hasil tersebut belum cukup untuk memastikan penyebab kematian. Kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan lanjut membuat pemeriksaan laboratorium menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.

Baca Juga: Polisi Tangkap 2 Orang soal Challenge Ad-Duha Berhadiah Miras di Ancol

Ketua Tim Forensik Prof Yudi mengatakan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh. Tim mengambil berbagai sampel dari sejumlah bagian tubuh untuk mencari petunjuk yang tidak terlihat melalui pemeriksaan fisik.

"Secara visual kami tidak mendapatkan tanda-tanda luka yang diakibatkan kekerasan tumpul maupun kekerasan tajam," kata Yudi.

Proses ekshumasi hingga pemeriksaan berlangsung sekitar tiga setengah jam. Kegiatan dimulai pukul 09.30 WIB dan selesai sekitar pukul 13.00 WIB.

Tiga Jenis Pemeriksaan Jadi Penentu

Setelah pemeriksaan autopsi, sampel jenazah dikirim ke laboratorium untuk menjalani tiga pemeriksaan utama.

Pertama, histopatologi untuk melihat kondisi jaringan tubuh. Kedua, toksikologi untuk mengetahui kemungkinan adanya racun atau zat tertentu. Ketiga, pemeriksaan DNA yang dapat membantu proses identifikasi sekaligus pendalaman perkara.

Sampel diambil dari berbagai bagian tubuh, mulai dari kepala hingga bagian bawah tubuh. Tim juga mengambil swab serta sampel dari sejumlah organ, termasuk lambung dan jantung.

Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru tersedia dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu. Polisi masih menunggu hasil tersebut sebelum menentukan kesimpulan mengenai penyebab kematian Sutrimo.

"Tujuannya untuk menentukan sebab kematiannya secara scientific, secara ilmiah," ujar Yudi.

Baca Juga: Mutasi TNI Terbaru Agustus 2026: 8 Perwira Kodam IV/Diponegoro Bergeser, Ini Daftar Lengkapnya

Buih di Mulut dan Hidung Ikut Didalami

Keterangan keluarga terkait kondisi Sutrimo sebelum dimakamkan juga menjadi perhatian tim forensik. Sebelumnya, keluarga menyebut terdapat buih yang keluar dari bagian mulut dan hidung korban.

Namun, ketika makam dibongkar, buih tersebut sudah tidak terlihat. Kendati demikian, dokter tetap mengambil sampel melalui metode swab untuk mengetahui apakah masih terdapat sisa material yang dapat diperiksa di laboratorium.

Hasil toksikologi, histopatologi dan pemeriksaan DNA nantinya akan dianalisis secara menyeluruh. Temuan dari masing-masing pemeriksaan akan dibandingkan untuk membantu menemukan penyebab kematian.

Berawal dari Laporan Keluarga

Ekshumasi tersebut merupakan bagian dari penyidikan yang dilakukan Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Kasus ini bermula dari laporan yang diterima Bareskrim Polri dan Polresta Banyumas sebelum akhirnya penanganannya dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, laporan dibuat setelah keluarga dan masyarakat menemukan sejumlah hal yang dianggap janggal dalam rangkaian kematian Sutrimo.

Baca Juga: Pengumuman! Akta Kelahiran Bayi Kini Bisa Terbit Otomatis, Tak Perlu Bolak-balik Urus Dokumen

Kejanggalan tersebut antara lain berkaitan dengan peristiwa sejak Sutrimo ditemukan, proses pengiriman ke rumah sakit hingga penyerahan kepada pihak keluarga. Sejumlah barang milik Sutrimo yang disebut belum diterima keluarga juga masuk dalam materi laporan.

Dari penyelidikan awal, polisi kemudian meningkatkan perkara tersebut ke tahap penyidikan karena menemukan dugaan adanya peristiwa pidana yang masih harus dibuktikan.

Hingga saat ini, penyidik telah meminta keterangan dari delapan saksi. Pemeriksaan terhadap pihak-pihak lain masih terus dilakukan.

Polisi juga melibatkan sejumlah ahli untuk memastikan proses penyelidikan dilakukan secara objektif. Selain tim forensik, pemeriksaan melibatkan ahli DNA, patologi anatomi serta laboratorium forensik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan, hasil ekshumasi belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian Sutrimo.

Editor : Uways Alqadrie
Sutrimo autopsi jenazah Sutrimo kabupaten Banyumas forensik Mabes Polri polda metro jaya