KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Presiden Prabowo Subianto resmi mengusulkan dua nama pejabat karier internal Bank Indonesia (BI), yakni Solikin M Juhro dan M Anwar Bashori, untuk mengisi posisi Deputi Gubernur BI.
Kedua figur tersebut disodorkan ke parlemen lantaran dinilai memiliki rekam jejak mumpuni serta pengalaman lebih dari tiga dekade di industri bank sentral.
Baca Juga: Jaga Amanah Muzakki, MUI PPU Dorong Penerapan Fatwa Pengawasan Syariah Lembaga Zakat
Kepastian pengajuan nama tersebut disampaikan Ketua DPR RI Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/8). Puan mengonfirmasi bahwa pimpinan DPR telah menerima Surat Presiden (Surpres) yang dikirimkan melalui Menteri Sekretaris Negara.
"Selain mengusulkan calon Deputi Gubernur Senior BI, pemerintah juga mengajukan Solikin M Juhro dan M Anwar Bashori untuk posisi Deputi Gubernur BI," kata Puan dikutip Kamis (13/8).
Baca Juga: Jejak Narkoba Kampung Bahari: BNN Tangkap Buronan Jaringan Bos Gendut, Ada 98 Kg Sabu dan Aset Rp39,
DPR RI dijadwalkan memproses seluruh usulan tersebut melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pekan depan, menyusul pembukaan masa sidang DPR pada 14 Agustus.
Penunjukan kedua nama ini menonjolkan profil teknokratis yang kuat di internal BI. Solikin M Juhro, pria kelahiran Surabaya 10 Oktober 1967, merupakan pakar kebijakan moneter dan makroprudensial. Meniti karier di BI sejak 1994, alumnus Sarjana Ekonomi Universitas Airlangga ini mengantongi gelar Master of Economics dari University of Michigan (1998) serta Doktor Ekonomi Moneter dari Universitas Indonesia (2005).
Baca Juga: Viral Wanita di Sampang Dituduh Pelakor, Dikeroyok hingga Dilumuri Bubuk Cabai
Saat ini, Solikin menjabat sebagai Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial. Posisi strategis lain yang pernah diembannya antara lain Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (2022–2023) serta Kepala Departemen BI Institute (2018–2022). Pengalamannya krusial dalam merumuskan instrumen stabilitas sistem keuangan nasional.
Sementara itu, M Anwar Bashori dikenal memiliki kepakaran yang luas dalam tata kelola SDM, ekonomi syariah, hingga sistem pembiayaan rupiah. Lahir di Klaten pada 1968, ia meraih gelar Sarjana Manajemen dari Universitas Jenderal Soedirman (1989) dan Master in Development Economics dari University of Glasgow, Skotlandia (1999).
Baca Juga: Nilai Bongkar Tembus USD 1,14 Miliar, Pelabuhan Balikpapan Jadi Pintu Utama Impor Kaltim
Bergabung di BI sejak 1994, Anwar kini menjabat Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Pengelolaan Uang. Sebelumnya, ia dipercaya memimpin Departemen Sumber Daya Manusia (2022–2024) serta Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (2016–2022).
Jika lolos uji kelayakan di DPR dan disahkan dalam rapat paripurna, rekam jejak mumpuni Solikin dan Anwar diproyeksikan bakal memperkuat jajaran pimpinan bank sentral dalam menjaga stabilitas moneter, pengelolaan rupiah, serta koordinasi kebijakan ekonomi nasional.(*)
Editor : Thomas Priyandoko