KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kondisi dinamika atmosfer di wilayah Kalimantan dan sekitarnya saat ini didominasi Monsun Australia. Pola aliran angin di lapisan atas terpantau bertiup dari arah tenggara dan selatan.
Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Ilham Fachturoni, menjelaskan pola angin tersebut berdampak langsung terhadap pembentukan awan di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Nama dan unit kerja Ilham juga tercatat dalam dokumen BMKG dan pemberitaan Pemprov Kaltim.
"Pola ini identik dengan massa udara yang cenderung kering sehingga kurang mendukung proses pertumbuhan awan," ujar Ilham.
Baca Juga: Ketat di Bawah Mistar Borneo FC, Ridho Pilih Saling Support
Berdasarkan analisis kondisi atmosfer tersebut, cuaca di sebagian besar wilayah Kaltim pada Jumat (14/8/2026) pagi diprediksi cerah hingga cerah berawan. Namun, hujan ringan masih berpotensi terjadi di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Memasuki siang hari, cuaca secara umum masih didominasi kondisi cerah berawan di seluruh wilayah Kaltim. Namun, Kota Bontang berpotensi mengalami hujan ringan.
"Malam hari, kondisi cerah berawan akan mendominasi sebagian besar wilayah Kaltim. Namun, hujan ringan masih berpotensi terjadi di Kabupaten Mahulu," tutur Ilham.
Pada dini hari, kondisi berawan hingga cerah berawan diperkirakan masih bertahan. Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai potensi kabut di Kabupaten Mahulu dan Kabupaten Kutai Barat.
Sementara itu, kondisi perairan Kaltim serta Selat Makassar bagian tengah dan selatan diperkirakan memiliki tinggi gelombang 0,5 hingga 1,25 meter.
"Kondisi ini termasuk dalam kategori rendah dan relatif aman untuk aktivitas pelayaran maupun kegiatan laut," imbuhnya.
Baca Juga: HUT ke-65 Pramuka di Kutai Barat, Wabup Nanang Ajak Generasi Muda Perkuat Karakter dan Pengabdian
BMKG Kaltim juga mengeluarkan peringatan terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam beberapa hari ke depan, sebagian besar wilayah Kaltim diprakirakan berada dalam kategori sangat mudah terbakar.
"Dalam beberapa hari ke depan, sebagian besar wilayah Kalimantan Timur diprakirakan berada dalam kategori sangat mudah terbakar," ucap Ilham.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mencegah aktivitas pembakaran lahan maupun kegiatan lain yang berpotensi memicu karhutla.
"Serta tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu terjadinya karhutla," tegasnya.
Berdasarkan data model cuaca terkini, wilayah Kaltim diprediksi masih didominasi cuaca cerah dan panas hingga enam hari ke depan.
"Khususnya wilayah selatan, tengah, dan sepanjang pesisir Kaltim. Hindari aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya karhutla," pungkas Ilham. (*)
Editor : Ery Supriyadi