KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Rapat paripurna perdana di gedung baru DPRD Kota Balikpapan pada Rabu (12/8/2026) diwarnai keluhan dari anggota legislatif.
Anggota DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, menyatakan tidak terima dengan kondisi gedung yang dinilai belum optimal untuk mendukung kinerja dewan.
Taufik menilai fasilitas pendukung utama di gedung baru tersebut belum memadai, terutama belum menyalanya fasilitas air bersih dan pendingin ruangan (Air Conditioner/AC). Menurut perkiraannya, fisik pembangunan baru selesai sekitar 60 hingga 70 persen.
Atas kondisi tersebut, Taufik meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan segera berbenah dan menyelesaikan seluruh pekerjaan yang masih menjadi tanggung jawabnya.
Baca Juga: Penumpang Kapal di Kaltim Melonjak 107 Persen pada Juni, Tembus 94 Ribu Orang
Menanggapi kritik tersebut, Kepala Dinas PU Balikpapan, Rita, menegaskan bahwa secara fisik pembangunan gedung DPRD Balikpapan sebenarnya sudah selesai sepenuhnya.
Dia mempertanyakan pernyataan jika pembangunan masih dianggap 70 persen. Saat ini, proyek tersebut sudah memasuki masa pemeliharaan. “Pembangunan berjalan dari tahap I sampai tahap III semua sudah rampung 100 persen,” tegas Rita.
Namun, demi efisiensi anggaran mengingat agenda rapat dewan selama ini kerap menyewa hotel, Dinas PU menerima surat permohonan dari Ketua DPRD Balikpapan untuk memanfaatkan gedung lebih awal.
Baca Juga: Emas Dunia Makin Perkasa, Harga Bisa Melonjak hingga US$6.000
Rita menjelaskan bahwa saat permohonan diajukan, pihaknya telah memastikan seluruh fasilitas vital seperti sistem pengeras suara (sound system) dan AC berfungsi dengan baik.
Permasalahan fasilitas yang mati terkuak selama masa pemeliharaan. Rita membeberkan bahwa fasilitas AC tidak bisa menyala karena adanya tindak pencurian kabel di area gedung.
"Selama masa pemeliharaan ini, ternyata hampir semua kabel AC tercuri," ungkap Rita. Dia turut menunjukkan bukti-bukti dokumentasi kondisi kabel yang telah tercuri di gedung tersebut.
Tak hanya kabel, sejumlah peralatan milik pekerja bangunan juga ikut hilang. Insiden ini telah dilaporkan kepada Ketua DPRD serta Sekretariat Dewan (Setwan).
Mengenai pasokan air bersih yang belum menyala, Dinas PU memastikan telah memasang instalasi beserta pompa air. Pihaknya akan melakukan pengecekan ulang dalam waktu dekat untuk memastikan aliran air kembali normal.
“Semoga pompa air juga masih ada. Karena ini gedung sudah mau dipakai, sementara kami akan perbaiki kabel-kabel yang dicuri secara bertahap,” tuturnya.
Sehingga fasilitas gedung dapat kembali berfungsi optimal. "Kami juga akan membuat laporan ke kepolisian agar pelaku pencurian mendapat efek jera," tegas Rita. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo