BPH Migas Ungkap Penyebab Antrean Pertalite di Balikpapan, Kuota Dipastikan Aman hingga Akhir Tahun

Dina Angelina • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:18 WIB
KUOTA: Kepala BPH Migas Wahyudi Anas memastikan kuota Pertalite untuk Balikpapan masih aman hingga akhir tahun meski terjadi antrean mengular, terutama pada sore hari. (ANGGI PRADITHA/KP)
KUOTA: Kepala BPH Migas Wahyudi Anas memastikan kuota Pertalite untuk Balikpapan masih aman hingga akhir tahun meski terjadi antrean mengular, terutama pada sore hari. (ANGGI PRADITHA/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Masalah antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di Balikpapan akhirnya menyedot perhatian pemerintah pusat. Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, turun langsung bersama tim ke lapangan untuk memantau situasi tersebut.

​Dari hasil evaluasi awal, BPH Migas mengidentifikasi sejumlah faktor utama yang memicu kemacetan dan penumpukan kendaraan di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Wahyudi menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama antrean BBM bersubsidi jenis Pertalite adalah distribusi SPBU yang belum merata. Saat ini, mayoritas SPBU penyalur Pertalite beroperasi di kawasan tengah kota.

Baca Juga: Antrean BBM di Balikpapan Masih Mengular, Pemkot Siapkan Empat SPBU Salurkan Pertalite

​Selain masalah lokasi, pola waktu pengisian BBM juga menjadi faktor penentu kemacetan di SPBU.

​"Kami melihat situasi antrean terjadi lebih dominan di sore hari," kata Kepala BPH Migas Wahyudi Anas di Balai Kota Balikpapan, Jumat (14/8/2026).

​Menurut pengamatannya, kondisi antrean pada pagi hari masih relatif normal dan baru mulai meningkat menjelang siang. Puncak antrean terjadi saat jam pulang kerja.

​"Saat masyarakat yang bekerja di Balikpapan akan kembali ke rumah, mereka selalu singgah membeli Pertalite," ujar Wahyudi.

Baca Juga: Sopir Truk di Sangatta Keluhkan Sulit Dapat BBM, Antrean Disebut Capai 14 Hari

Menurutnya sekitar 90 persen keluhan antrean berasal dari pengguna kendaraan roda dua. Penumpukan motor di SPBU ini pada akhirnya berdampak pada antrean kendaraan roda empat yang ikut mengular hingga ke jalan raya.

​Oleh karena itu, BPH Migas tengah menyusun skema solusi khusus untuk memecah konsentrasi antrean kendaraan roda dua agar tidak mengganggu jalur pengisian kendaraan lainnya.

​Mengenai ketersediaan pasokan, BPH Migas menegaskan bahwa kuota BBM jenis Pertalite untuk wilayah Balikpapan masih sangat mencukupi.

​Adanya lonjakan permintaan saat ini dipicu oleh perubahan pola konsumsi masyarakat, yang sebagian beralih dari BBM nonsubsidi ke Pertalite pascanaiknya harga Pertamax.

​"Insyaallah untuk pelayanan di Balikpapan akan terjaga sampai dengan akhir tahun," tutur Wahyudi.

​Terkait potensi penambahan kuota, BPH Migas menyatakan masih akan melihat perkembangan situasi di lapangan. "Apabila akhir tahun perlu dilakukan adjustment (penyesuaian), kita perlu evaluasi bersama dulu," pungkasnya. (*)

Editor : Duito Susanto
antrean Pertalite Balikpapan bph migas kuota bbm balai kota balikpapan bbm subsidi