KALTIMPOST.ID-Pembangunan IKN terus memasuki fase baru. Tak lagi hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur melalui anggaran negara, aktivitas di kawasan inti pemerintahan mulai diwarnai masuknya investasi swasta, pembukaan sekolah, hingga persiapan fasilitas pemerintahan.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan Nusantara terus berjalan melalui empat skema pembiayaan, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), investasi swasta, serta hibah.
“Terutama financing kita ini lumayan sekarang. Ada empat financing kita, APBN, KPBU, investasi swasta, dan hibah. Semua berjalan,” kata Basuki saat ditemui di KIPP Nusantara, Jumat (14/8).
Baca Juga: Pemkab Mahulu Gelar Gerakan Pangan Murah, Sembako Ludes Terjual dalam Satu Jam
Menurut dia, perkembangan investasi swasta menjadi salah satu kabar positif dalam pembangunan IKN.
Salah satunya proyek apartemen yang dikembangkan Star Bright dengan nilai investasi sekitar Rp 1,25 triliun.
Basuki menyebut, proyek empat tower tersebut bahkan mulai mendapatkan respons pasar. Lebih dari 100 unit apartemen disebut telah dipesan.
“Yang menggembirakan salah satunya Star Bright yang Rp 1,25 triliun dari Cina. Empat tower itu sekarang sudah dipesan orang, apartemennya sudah lebih dari 100 yang dipesan,” ujarnya.
Selain itu, investasi dari Korea Selatan juga terus berjalan dengan nilai sekitar Rp 2,5 triliun. Otorita IKN juga baru menandatangani nota kesepahaman dengan Lion Group bersama Badan Bank Tanah untuk pengembangan fasilitas di sekitar kawasan bandara.
Lion Group disebut tidak hanya menyiapkan pusat pelatihan, tetapi juga berencana membangun fasilitas pemeliharaan pesawat atau maintenance facility di kawasan sekitar bandara IKN.
Basuki mengatakan kawasan tersebut memiliki prospek karena didukung landasan pacu sepanjang sekitar 3 kilometer dengan lebar 45 meter yang memungkinkan melayani pesawat berbadan lebar.
Baca Juga: Cantika Febrianty Siswi SMA 1 Sendawar Kubar Raih Juara I Duta GenRe Kaltim 2026
“Lion ingin membangun MLO di sini 30 hektare supaya bisa membuat training di sini. Mereka melihat bandara ini sangat prospek karena 3 kilometer dengan 45 lebarnya,” jelasnya.
Pengembangan kawasan hunian juga mulai masuk dalam ekosistem investasi IKN. Selain itu, sejumlah rencana usaha seperti taman safari, restoran, pusat hiburan dan komersial juga mulai disiapkan.
Di sektor pendidikan, keberadaan Taruna Nusantara dan Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi bagian dari pembentukan ekosistem perkotaan.
Sekolah Nasional Terintegrasi 3 di Nusantara kini telah menerima 81 siswa untuk jenjang SMP dan SMA, sementara jenjang SD disiapkan menyusul. “Jadi ini saya kira ekosistem perkotaan step by step akan terbentuk di sini,” kata Basuki. (rd)
Editor : Romdani.