Kapolresta Balikpapan Calon Komandan Upacara Istana, Ini Pengalamannya

M Ibrahim • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:50 WIB
SELEKSI: Rangkaian seleksi dijalani Kapolresta Balikpapan menjadi calon komandan upacara di Istana Presiden, Jakarta.

 
SELEKSI: Rangkaian seleksi dijalani Kapolresta Balikpapan menjadi calon komandan upacara di Istana Presiden, Jakarta.  

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy berhasil menembus seleksi tahap akhir calon Komandan Upacara Istana Negara 2026.

Prestasi tersebut menempatkan Jerrold sebagai salah satu dari delapan perwira terbaik yang kini menjalani karantina dan latihan terpusat di bawah arahan Komando Garnisun Tetap (Kogartap) I/Jakarta.

Baca Juga: Kebakaran Lahan Dekat Permukiman, Warga Bersama Brimob Lakukan Ini

Delapan perwira tersebut merupakan perwakilan Polri serta tiga matra TNI, yakni TNI AD, TNI AL dan TNI AU.

Bagi Jerrold, keberhasilan mencapai tahap akhir saja sudah menjadi kebanggaan tersendiri. Ia mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan institusi Polri.

“Bagi saya terpilih menjadi calon petugas Komandan Upacara Istana mewakili institusi Polri hingga titik ini saja sudah sangat bersyukur, banyak pengalaman didapat,” katanya melalui sambungan telepon.

Baca Juga: Jamin Akses Kesehatan Tahanan Narkoba, Ditresnarkoba Polda Kaltim Libatkan BPJS

Selain kemampuan baris-berbaris, calon petugas dituntut memiliki kebugaran fisik, ketahanan mental, konsentrasi dan kemampuan memimpin pasukan dalam sebuah upacara kenegaraan.

Jerrold mengaku telah mempersiapkan diri sejak awal proses seleksi. Selain rutin berolahraga, ia bahkan sempat berlatih menjadi komandan upacara secara mandiri di halaman Mapolresta Balikpapan ketika suasana kantor mulai sepi.

Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan dirinya benar-benar siap apabila dipercaya mengemban tugas negara tersebut. “Ya semua kan harus dipersiapkan dengan matang, mohon doa dan dukungannya,” jawabnya.

Jerrold menyadari persaingan pada tahap akhir masih cukup ketat. Delapan perwira yang telah terpilih belum otomatis menjadi petugas utama pada Upacara Detik-Detik Proklamasi maupun penurunan bendera.

“Pokoknya berusaha semaksimal mungkin. Ditunjuk jadi petugas utama atau tidak pada HUT RI di Istana nanti urusan lain. Terpilih jadi petugas cadangan pun harus siap. Tugas upacara kenegaraan yang lain pun harus siap. Sekali lagi mohon doanya saja,” harapnya.

Perjalanan Jerrold menuju tahap akhir seleksi juga tidak lepas dari pengalaman dan jejaring yang dibangunnya selama berkarier di Korps Brimob.

Salah satu sosok yang disebut menginspirasinya adalah Brigjen TNI Nur Wahyudi, yang dipercaya menjadi Komandan Upacara HUT ke-79 RI di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2024.

Baca Juga: Tiga Hari Pencarian, Penumpang KM Bukit Siguntang Akhirnya Ditemukan  

Jerrold dan Nur Wahyudi memiliki sejarah kedekatan sejak sama-sama menjalani latihan antiteror.

Saat itu, Jerrold masih berpangkat Iptu dan bertugas di Brimob, sedangkan Nur Wahyudi merupakan perwira TNI AD dari Kopassus. “Semoga Dan Up-nya nular,” ungkap Jerrold.

Ia mengaku sempat tidak menyangka ketika dinyatakan lolos seleksi tahap akhir. Setelah itu, dirinya diwajibkan segera berangkat ke Jakarta untuk menjalani karantina dan latihan terpusat.

Jerrold merupakan putra Minahasa yang lahir di Tomohon, Sulawesi Utara, 22 Februari 1979. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMUN 7 Manado, ia melanjutkan pendidikan di Akademi Kepolisian dan lulus pada 2003.

Kariernya kemudian banyak ditempa di lingkungan Korps Brimob. Pada 2004, ia mengikuti pendidikan perwira pertama dasar Brimob dan dipercaya bertugas di Sat I Gegana Korbrimob Polri.

Jerrold kemudian menjalani sejumlah penugasan di lingkungan Gegana hingga 2010 sebelum mengikuti pendidikan di PTIK. Setelah itu, ia kembali memperkuat jajaran Brimob Polda Metro Jaya dengan sejumlah jabatan, di antaranya Danki 1 Den A Pelopor, Kasubden 2 Wanteror Gegana, Wakaden Gegana hingga Kepala Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Metro Jaya.

Pada 26 Juli 2021, ia mendapat mandat sebagai Kapolres Kubu Raya, Polda Kalimantan Barat. Kurang lebih dua tahun,  pindah tugas menjadi Kapolres Karanganyar, Jawa Tengah.

Setelah itu, ia bertugas sebagai Kabag Binkar Biro SDM Polda Jawa Tengah sebelum mendapat amanah memimpin Polresta Balikpapan.

Jerrold sendiri menilai pencapaian tersebut merupakan hasil dari dukungan banyak pihak. Ia meminta doa dari keluarga, rekan-rekan di Polresta Balikpapan dan seluruh masyarakat.

“Itu semua berkat doa dan dukungan semua pihak, keluarga, teman-teman di Polresta dan dukungan masyarakat. Mohon doanya agar semua berjalan lancar,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
seleksi Komandan upacara Kapolresta Balikpapan istana negara