UJOH BILANG – Pasokan LPG 3 kilogram (kg) mulai didistribusikan ke wilayah hulu Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), khususnya Kecamatan Long Pahangai. Sebanyak 150 tabung disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah ulu.
Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (Ekobang) Setkab Mahulu, Indira Reisa Anggun, mengatakan distribusi dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga. LPG yang masuk ke wilayah hulu tersebut akan dijual kepada masyarakat dengan harga normal.
“LPG sudah didistribusikan ke wilayah hulu dan akan dijual dengan harga normal. Pertamina Patra Niaga,” kata Indira saat dihubungi melalui WhatsApp, Sabtu (15/8) malam. Berdasarkan koordinasi terakhir, alokasi sebanyak 150 tabung LPG 3 kg tersebut diperuntukkan bagi wilayah Long Pahangai.
Baca Juga: Pemkab Mahulu Gelar Gerakan Pangan Murah, Sembako Ludes Terjual dalam Satu Jam
Jumlah tersebut dinilai masih mencukupi kebutuhan masyarakat dengan catatan pasokan berikutnya tetap berjalan secara rutin. “Sementara berdasarkan koordinasi terakhir, dengan catatan pasokan tetap berjalan rutin,” ujarnya.
Terkait wilayah lain, Indira menegaskan bahwa Kecamatan Long Apari belum menerima pasokan LPG 3 kg pada distribusi kali ini. “Jadi Kecamatan Long Apari belum pak,” tambahnya. Masuknya pasokan LPG menjadi kabar penting bagi masyarakat Long Pahangai di tengah kondisi Sungai Mahakam yang mengalami penurunan debit akibat kemarau.
Surutnya sungai mulai memberikan tekanan terhadap distribusi berbagai kebutuhan masyarakat menuju wilayah hulu. Kapasitas angkutan sungai yang terbatas membuat mobilisasi barang dari wilayah bawah tidak dapat berjalan senormal kondisi sebelumnya.
Baca Juga: BBM Langka di Long Apari, Polres Mahulu Perketat Pengamanan Antrean
Meski demikian, Indira memastikan kondisi stok LPG di Kecamatan Long Bagun, Laham dan Kecamatan Long Hubung masih relatif aman. “Untuk stok di tiap kecamatan wilayah bawah masih cukup aman,” jelasnya.
Pemkab Mahulu terus berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga dan pihak penyalur untuk memastikan distribusi LPG dan BBM tetap berjalan. Pemerintah juga memantau posisi stok dan kelancaran distribusi, terutama ke wilayah hulu yang memiliki tantangan akses lebih besar.
Indira menegaskan keberlanjutan pasokan menjadi kunci. Sebab, meskipun stok saat ini masih mencukupi, kondisi tersebut perlu dijaga agar tidak terjadi kekosongan apabila kemarau dan penurunan debit sungai berlangsung lebih lama.
Dengan masuknya 150 tabung LPG 3 kg ke Long Pahangai, pemerintah berharap kebutuhan energi rumah tangga masyarakat tetap terpenuhi. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan selama pasokan masih berjalan normal. (riz)
Editor : Muhammad Rizki