KALTIMPOST.ID, TEHERAN – Ketegangan Iran dan Amerika Serikat kembali memunculkan pernyataan kontroversial. Militer Iran menawarkan hadiah uang kepada warga yang berhasil menangkap atau membunuh personel militer Amerika Serikat.
Nilai hadiah yang diumumkan mencapai USD30.000 atau sekitar Rp534 juta. Khusus perempuan Iran yang melakukan tindakan tersebut, nilai hadiahnya disebut meningkat menjadi USD60.000 atau lebih dari Rp1 miliar.
Pengumuman itu disampaikan Kepala Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, pada Minggu dan diberitakan media pemerintah Iran, IRNA.
Baca Juga: Prabowo Siapkan Perpres Ojol, Asosiasi: “Hak Driver Harus Dilindungi Negara”
Menurut Hatami, sayembara tersebut muncul setelah banyak warga menyatakan keinginan untuk ikut berkontribusi dalam konflik dengan Amerika Serikat.
Dalam keterangannya, militer Iran menjanjikan pembayaran bagi orang yang menangkap atau membunuh personel militer AS yang disebut sebagai pihak penyerang. Namun, Hatami tidak menjelaskan secara rinci lokasi maupun mekanisme pelaksanaan sayembara tersebut.
Besaran hadiah juga disertai iming-iming lain. Senjata yang digunakan dalam aksi tersebut disebut akan dibeli dengan nilai dua kali lipat, kemudian pelaku akan memperoleh senjata pengganti.
Pengumuman ini menjadi sorotan karena hingga kini tidak ada informasi mengenai pengerahan pasukan darat AS secara terbuka di wilayah Iran dalam konflik yang sedang berlangsung.
Salah satu keberadaan personel AS di Iran yang sebelumnya dilaporkan berkaitan dengan operasi pencarian dan penyelamatan setelah jatuhnya jet tempur Amerika.
Baca Juga: Pilot Malaysia Ditangkap Bawa 26 Kg Narkoba, Polisi Ungkap Peran yang Dilakukannya Sejak 2024
Langkah Iran tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer dan politik antara Teheran dan Washington. Pernyataan soal hadiah bagi penangkapan atau pembunuhan tentara AS dinilai semakin memperkeras retorika kedua negara di tengah konflik yang belum mereda.
Editor : Uways Alqadrie