KALTIMPOST.ID, – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kaltim digelar dengan cara berbeda. Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim bersama sejumlah awak media melakukan transplantasi terumbu karang sekaligus menggelar upacara pengibaran Merah Putih di dasar perairan Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempromosikan potensi wisata bahari Kaltim. Pulau Miang dipilih karena memiliki panorama bawah laut yang dinilai potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.
Kepala Dispar Kaltim Muhammad Faisal mengatakan, pengibaran Merah Putih di bawah laut telah menjadi bagian dari konsep kegiatan peringatan kemerdekaan. Namun, kondisi cuaca membuat pelaksanaan kegiatan harus disesuaikan. Yang mana, pada awalnya prosesi upacara diharapkan bisa bersamaan dengan hiu tutul atau hiu paus.
Baca Juga: 81 Tahun Kemerdekaan RI: Efisiensi Fiskal Paksa Kaltim Gigit Jari Soal Pemulihan Lingkungan
"Angin besar, gelombang tinggi, ombaknya besar sekali,” kata Faisal. Karena kondisi tersebut, pihaknya memilih lokasi penyelaman alternatif di kawasan perairan Pulau Miang. Lokasi itu dipilih karena memiliki kondisi bawah laut yang menarik, termasuk keberadaan ikan-ikan yang menarik.
Menurut Faisal, momentum HUT RI menjadi kesempatan untuk mengenalkan Pulau Miang ke tingkat nasional. Promosi destinasi wisata, kata dia, tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan pariwisata biasa.
“Kalau hanya promosi biasa saja mungkin kurang. Kami mengambil momen ulang tahun Republik Indonesia sehingga bisa diviralkan secara nasional bahwa kita punya Pulau Miang dengan keindahan alam bawah laut yang luar biasa,” ujarnya.
Baca Juga: 81 Tahun Kemerdekaan RI: Imbas Pemangkasan TKD, Pemprov Kaltim Pangkas Alokasi Pemeliharaan Jalan
Dia berharap kegiatan tersebut dapat membuka perhatian lebih luas terhadap potensi wisata bahari di pesisir Kaltim. Apalagi, menurut Faisal, masih banyak wilayah pesisir dan bawah laut Kaltim yang belum tersentuh secara optimal.
“Ini perlu keadilan juga. Saya memilih prioritas utama pesisir, kemudian kedalaman laut. Ini kalau bersaing dengan luar, luar biasa,” katanya.
Dorong Wisata Berbasis Konservasi
Selain promosi, Dispar Kaltim juga menekankan pentingnya menjaga ekosistem laut. Transplantasi terumbu karang yang dilakukan dalam rangkaian kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kampanye konservasi sekaligus pengembangan wisata berkelanjutan.
Faisal menyebut, Kaltim memiliki beragam potensi biota laut yang dapat menjadi daya tarik wisata. Beberapa di antaranya adalah pesut dan hiu tutul yang dapat dijumpai pada kawasan serta musim tertentu.
Baca Juga: 81 Tahun Kemerdekaan RI: Sumbang Rp 40,59 Triliun, Pemprov Kaltim Hanya Terima DBH Rp 4,67 Triliun
Namun, promosi wisata bahari harus disertai informasi yang jujur kepada wisatawan. Tidak semua biota dapat ditemui sepanjang waktu. “Kalau mau lihat pesut, pesutnya ada. Kalau mau lihat hiu tutul, hiu tutulnya ada. Kita harus bisa jujur kepada wisatawan bahwa ini masa-masa yang ada, ini masa-masa yang tidak ada,” jelasnya.
Menurutnya, edukasi kepada wisatawan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengembangan destinasi. Selain kelengkapan fasilitas, kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata juga harus diperkuat.
Faisal menekankan kompetensi pelaku pariwisata, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas wisata bahari dan penyelamatan atau rescue. Hal itu dinilai penting untuk memastikan kegiatan wisata berlangsung aman.
Baca Juga: 81 Tahun Kemerdekaan RI:Kaltim Harus Menanggung Kerusakan Lingkungan Tanpa Kepastian DBH
“Kompetensi standar para pelaku pariwisata dan rescue ini penting. Jangan sampai dilupakan. Walaupun kita tidak ingin ada kecelakaan, mereka harus mengetahui pengetahuan standar,” tegasnya.
Dispar Kaltim, lanjut Faisal, berencana meningkatkan kemampuan SDM pariwisata melalui pelatihan penyelamatan. Program tersebut direncanakan digelar akhir tahun dengan menggandeng Kementerian Pariwisata dan dilaksanakan di Balikpapan.
Pelatihan itu diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan pelaku wisata dalam menghadapi kondisi darurat, terutama pada destinasi yang memiliki aktivitas penyelaman dan wisata bahari. (riz)
Editor : Muhammad Rizki