Kedalaman Sungai Kurang dari 1,5 Meter, Pemkab Mahulu Tetapkan Status Siaga Darurat Mulai 19 Agustus

Jody Kristianto • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:43 WIB
WISATA DADAKAN DI TENGAN SURUTNYA MAHAKAM: Sejumlah warga Ujoh Bilang berkumpul dan memasak bersama di atas pasir dan bebatuan yang muncul di tengah perairan Sungai Mahakam, Kabupaten Mahakam Ulu. Fenomena surutnya debit air sungai tidak hanya berdampak pada kelancaran logistik, melainkan juga dimanfaatkan warga lokal sebagai sarana rekreasi bersama keluarga. (FOTO: JODY KRISTIANTO/KALTIM POST)
WISATA DADAKAN DI TENGAN SURUTNYA MAHAKAM: Sejumlah warga Ujoh Bilang berkumpul dan memasak bersama di atas pasir dan bebatuan yang muncul di tengah perairan Sungai Mahakam, Kabupaten Mahakam Ulu. Fenomena surutnya debit air sungai tidak hanya berdampak pada kelancaran logistik, melainkan juga dimanfaatkan warga lokal sebagai sarana rekreasi bersama keluarga. (FOTO: JODY KRISTIANTO/KALTIM POST)

UJOH BILANG – Surutnya Sungai Mahakam mulai mengancam kelancaran distribusi kebutuhan pokok ke Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), terutama wilayah hulu dan kawasan perbatasan. Di sejumlah titik, masyarakat melaporkan kedalaman sungai kini kurang dari 1,5 meter.

Pemerintah Kabupaten Mahulu akan menetapkan status siaga darurat mulai Rabu (19/8). Langkah tersebut diambil untuk memperluas intervensi pemerintah menghadapi kondisi sungai yang semakin dangkal dan berdampak terhadap mobilitas serta distribusi logistik.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mahulu Agus Darmawan mengatakan, pihaknya belum melakukan pengukuran langsung terhadap kedalaman Sungai Mahakam.

Namun, laporan dari masyarakat menunjukkan kondisi air telah menyusut di sejumlah titik. “Kita belum pernah ukur, tapi laporan informasi di masyarakat di beberapa titik sudah kurang dari 1,5 meter,” kata Agus, Selasa (18/8).

AKIBAT KEMARAU: Fenomena surutnya debit air Sungai Mahakam di Kabupaten Mahakam Ulu tidak hanya berdampak pada kelancaran logistik, melainkan juga dimanfaatkan warga lokal sebagai sarana rekreasi. (FOTO: JODY KRISTIANTO/KALTIM POST)
AKIBAT KEMARAU: Fenomena surutnya debit air Sungai Mahakam di Kabupaten Mahakam Ulu tidak hanya berdampak pada kelancaran logistik, melainkan juga dimanfaatkan warga lokal sebagai sarana rekreasi. (FOTO: JODY KRISTIANTO/KALTIM POST)

Menurut Agus, penurunan debit sungai mulai berdampak pada kelancaran mobilitas dan distribusi logistik melalui jalur sungai. Kondisi tersebut terutama dikhawatirkan memengaruhi pasokan ke wilayah hulu dan dua kecamatan yang berada di kawasan perbatasan.

Penetapan status siaga darurat memungkinkan pemerintah daerah menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk melakukan intervensi. “Dengan status siaga darurat tersebut kita membuka kran anggaran BTT untuk dapat melakukan intervensi kegiatan yang mengarah ke dua kecamatan perbatasan tersebut,” ujarnya.

Status tersebut juga diharapkan membuka ruang dukungan dari pemerintah maupun instansi lain untuk membantu penanganan kondisi di Mahulu. “Untuk daerah dan instansi lain dapat seluas-luasnya membantu Kabupaten Mahakam Ulu dalam menghadapi situasi ini,” kata Agus.

BERBURU AIR BERSIH: Potret warga saat menggali sumur resapan di tengah permukaan Sungai Mahakam yang surut akibat kemarau di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu. Penurunan debit air sungai memaksa masyarakat pesisir bergantung pada lubang galian pasir demi mendapatkan pasokan air bersih harian. (FOTO: JODY KRISTIANTO/KALTIM POST)
BERBURU AIR BERSIH: Potret warga saat menggali sumur resapan di tengah permukaan Sungai Mahakam yang surut akibat kemarau di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu. Penurunan debit air sungai memaksa masyarakat pesisir bergantung pada lubang galian pasir demi mendapatkan pasokan air bersih harian. (FOTO: JODY KRISTIANTO/KALTIM POST)

 Stok Sembako Mulai Menipis

Dampak surutnya Mahakam mulai terasa pada ketersediaan kebutuhan pokok. Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Ekonomi, Pembangunan, dan Sumber Daya Alam (Ekobang SDA) Sekretariat Kabupaten Mahulu Indira Anggun mengatakan stok sembako mulai menurun. 

Meski demikian, persediaan yang ada masih dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Sementara stok mulai menipis, Pak, namun masih cukup untuk memenuhi kebutuhan,” kata Indira. Ia mengatakan harga sejumlah kebutuhan pokok masih berada pada level yang relatif tinggi dan belum menunjukkan perubahan berarti.

“Harga masih stabil di level yang cukup tinggi dan belum ada perubahan,” ujarnya. Pemerintah daerah kini perlu menjaga dua hal sekaligus, yakni ketersediaan bahan pokok dan kelancaran distribusi. Ketergantungan terhadap jalur Sungai Mahakam membuat kondisi debit air menjadi faktor penting bagi pergerakan barang menuju wilayah hulu dan perbatasan Mahulu.

Penetapan status siaga darurat diharapkan memperkuat langkah pemerintah untuk menjaga distribusi logistik dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi sungai belum kembali normal. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
Krisis Logistik Mahulu Mahulu Siaga Darurat BPBD Mahakam Ulu mahulu sungai mahakam surut