Kemarau Berlanjut, Pemkab Mahulu Terbitkan SK Siaga Darurat Fokuskan Bantuan Kelompok Rentan

Jody Kristianto • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:22 WIB
Menyusutnya debit air Sungai Mahakam imbas kemarau panjang membuat distribusi air bersih ke pemukiman warga terganggu. Warga terpaksa menggali dasar sungai guna mendapatkan air resapan alami yang tersaring pasir untuk memenuhi kebutuhan mencuci dan mandi harian. (Foto: Jody Kristiianto/KP)
Menyusutnya debit air Sungai Mahakam imbas kemarau panjang membuat distribusi air bersih ke pemukiman warga terganggu. Warga terpaksa menggali dasar sungai guna mendapatkan air resapan alami yang tersaring pasir untuk memenuhi kebutuhan mencuci dan mandi harian. (Foto: Jody Kristiianto/KP)

UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat koordinasi membahas langkah penanggulangan bencana kekeringan yang melanda wilayah tersebut.

Rapat digelar di Kantor Bupati Mahulu, Rabu (19/8), setelah sebelumnya Bupati Mahulu Angela Idang Belawan menggelar rapat terbatas pada Minggu (16/8). Bupati Angela mengatakan, rapat koordinasi tersebut dilakukan untuk menyusun langkah konkret menghadapi kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung dalam sepekan ke depan.

“Hari ini kita mengadakan rapat kedua. Sebelumnya sudah saya melakukan rapat pertama di hari Minggu tanggal 16 lalu, memang rapat terbatas. Akhirnya kita buat lagi rapat koordinasi antara Forkopimda dengan Pemkab Mahulu,” kata Angela.

Menurutnya, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mahulu, kondisi kekeringan diperkirakan masih akan berlanjut karena belum terdapat tanda-tanda curah hujan dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, Pemkab Mahulu akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Status Siaga Darurat sebagai dasar penanganan dampak kekeringan.

“Bagaimana menanggulangi bencana kemarau yang hari ini akan dikeluarkan SK siaga darurat kita. Kita melihat laporan dari BPBD bahwa kondisi kekeringan yang akan kita alami seminggu ke depan kemungkinan masih sangat kering dan belum ada curah hujan yang akan kita dapati,” ujarnya.

Baca Juga: Kedalaman Sungai Kurang dari 1,5 Meter, Pemkab Mahulu Tetapkan Status Siaga Darurat Mulai 19 Agustus

Bupati Mahulu Angela Idang Belawan memimpin rapat koordinasi penanggulangan kemarau bersama Forkopimda Mahulu. (Foto: Jody Kristianto/Kaltim Post)
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan memimpin rapat koordinasi penanggulangan kemarau bersama Forkopimda Mahulu. (Foto: Jody Kristianto/Kaltim Post)

Meski demikian, Angela menegaskan bahwa prediksi cuaca tetap merupakan perkiraan berdasarkan data yang tersedia. “Semua ini kan hanya laporan dan penentunya adalah Tuhan Yang Maha Kuasa,” katanya.

Dengan adanya data tersebut, pemerintah dapat memetakan kebutuhan masyarakat dan menyalurkan bantuan secara lebih tepat sasaran. Perhatian khusus akan diberikan kepada kelompok masyarakat yang dinilai paling rentan terdampak kekeringan.

Kelompok tersebut antara lain ibu hamil, bayi, balita, orang sakit dan lanjut usia (lansia).“Memang seluruh masyarakat yang ada di dua kecamatan (Long Pahangai dan Long Apari) ini harus diperhatikan. Tapi kita melihat bagaimana kerentanan lansia, ibu hamil, bayi, balita,” jelas Angela.

Bantuan yang disiapkan pun tidak hanya berupa sembako. Pemkab juga mempertimbangkan kebutuhan khusus kelompok rentan, seperti vitamin, susu hingga popok untuk balita.

Baca Juga: Wabup Kutim Sentil Pejabat Punya Keluarga Kontraktor, Ingatkan Potensi Konflik Kepentingan

“Tidak hanya sembako yang ingin kita berikan, tapi kebutuhan untuk balita, lansia dengan vitamin, dengan susu yang dibutuhkan, lalu mungkin nanti kita juga bisa memberikan popok untuk balita,” ungkapnya.

Selain bantuan logistik, Angela mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan selama kondisi kekeringan. Menurutnya, kondisi lingkungan yang kurang bersih berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kualitas udara, terutama karena kondisi asap dan kabut yang terlihat cukup tebal. “Di saat kekeringan seperti ini, ada bakteri E. coli yang memang nanti akan mempengaruhi kesehatan pencernaan kita jika di daerah kita kurang bersih,” katanya.

Angela juga mengimbau masyarakat menggunakan masker sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan pernapasan atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). “Melihat ketebalan asap yang saya lihat, kabut yang saya lihat, memakai masker lebih baik karena ISPA jangan sampai ada ISPA yang nanti meningkat,” ujarnya.

Ia berharap hasil koordinasi antara Pemkab Mahulu dan Forkopimda dapat memperkuat penanganan dampak kekeringan, sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan.

“Saya berharap dengan koordinasi hari ini akan ada manfaat yang luar biasa untuk masyarakat kita di dua kecamatan terkhususnya dan mendapatkan bantuan yang memang sangat mereka butuhkan,” pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
Siaga Darurat Kekeringan Dampak Kemarau Mahulu Angela Idang Belawan sungai mahakam surut Pemkab Mahulu