Bantuan Pangan 9,7 Ton Tiba di Mahulu, Bupati Angela Fokuskan ke Long Apari dan Long Pahangai

Jody Kristianto • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:31 WIB
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan didampingi Wakil Bupati Suhuk menerima bantuan dari Pemprov dan Pertamina di Gudang Ex Arsip, Rabu (19/8). Empat truk telah sampai masih ada dua truk di prediksikan sampai pada malam hari. (JODY KRISTIANTO/KP)
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan didampingi Wakil Bupati Suhuk menerima bantuan dari Pemprov dan Pertamina di Gudang Ex Arsip, Rabu (19/8). Empat truk telah sampai masih ada dua truk di prediksikan sampai pada malam hari. (JODY KRISTIANTO/KP)

 

UJOH BILANG – Bantuan kebutuhan pokok untuk masyarakat terdampak kemarau di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mulai tiba pada Rabu (19/8) sore. Sebanyak 9,7 ton cadangan pangan pemerintah diterima Pemkab Mahulu dan akan diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah hulu Mahakam, khususnya Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari.

Bupati Mahulu Angela Idang Belawan mengatakan, bantuan tersebut akan disalurkan melalui skema Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Operasi Pasar Murah (OPM). Untuk tahap awal, GPM dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) akan diarahkan ke Long Pahangai, sedangkan operasi pasar murah dari bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (EkoSDA) dijadwalkan menyasar Long Apari sekitar 24 Agustus.

“Yang sudah sampai hari ini sebanyak 9,7 ton. Ini akan kita bawa ke Long Apari dan Long Pahangai. Kita bersyukur karena sudah ada sembako yang bisa kita kerahkan ke Long Pahangai maupun ke Long Apari,” kata Angela usai menerima bantuan, Rabu (19/8).

Menurutnya, bantuan yang tiba saat ini belum merupakan keseluruhan bantuan pangan yang akan diterima Mahulu. Pasokan dari DKPP sekitar tujuh ton masih dalam perjalanan dan diperkirakan tiba pada malam hari. Dengan demikian, total bantuan pangan yang akan dikerahkan diperkirakan mencapai lebih dari 16 ton.

Baca Juga: Siaga Darurat Kemarau, Bupati Mahulu Larang Kepala OPD Keluar Daerah Tanpa Izin

“Tidak hanya 9,7 ton ini. Ada dari DKPP sekitar tujuh ton, jadi totalnya sekitar 16 sekian ton dan akan langsung disalurkan ke Long Pahangai. Sedangkan dari EkoSDA akan dibawa ke Long Apari. Kita akan berbagi,” ujarnya.

Angela menyebut, kendala utama dalam pengiriman bantuan dari provinsi saat ini adalah biaya angkutan. Karena itu, Pemkab Mahulu akan berupaya menjemput bantuan menggunakan armada pemerintah daerah atau menanggung biaya angkut agar distribusi pangan tidak terhambat.

“Bagaimanapun caranya yang penting tercukupi sembako yang ada di Long Apari, Long Pahangai, bahkan di tiga kecamatan yang di hilir ini. Entah nanti dengan armada kita sendiri ataupun dengan ongkos angkut yang kita bebankan ke Pemda. Setidaknya provinsi sudah membantu kita dengan barangnya, bahan sembakonya,” katanya.

WISATA DADAKAN DI TENGAN SURUTNYA MAHAKAM: Sejumlah warga Ujoh Bilang berkumpul dan memasak bersama di atas pasir dan bebatuan yang muncul di tengah perairan Sungai Mahakam, Kabupaten Mahakam Ulu. Fenomena surutnya debit air sungai tidak hanya berdampak pada kelancaran logistik, melainkan juga dimanfaatkan warga lokal sebagai sarana rekreasi bersama keluarga. (FOTO: JODY KRISTIANTO/KALTIM POST)
WISATA DADAKAN DI TENGAN SURUTNYA MAHAKAM: Sejumlah warga Ujoh Bilang berkumpul dan memasak bersama di atas pasir dan bebatuan yang muncul di tengah perairan Sungai Mahakam, Kabupaten Mahakam Ulu. Fenomena surutnya debit air sungai tidak hanya berdampak pada kelancaran logistik, melainkan juga dimanfaatkan warga lokal sebagai sarana rekreasi bersama keluarga. (FOTO: JODY KRISTIANTO/KALTIM POST)

Bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tersebut dikirim dari Samarinda menuju Long Bagun. Selain pangan, bantuan juga mencakup LPG untuk menjaga ketersediaan energi rumah tangga di tengah terganggunya distribusi akibat kondisi kemarau dan surutnya Sungai Mahakam.

Pertamina Patra Niaga melalui mitra penyalur/agen LPG mengirimkan 720 tabung LPG 3 kilogram dalam satu truk serta 200 tabung Bright Gas 12 kilogram dalam satu truk. Untuk komoditas pangan, bantuan yang disalurkan terdiri atas 330 sak beras Premium Kita kemasan 5 kilogram, 600 pcs Minyakita kemasan 2 liter, dan 1.200 pcs gula Rose Brand kemasan 1 kilogram.

Bantuan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan operasi pasar untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengendalikan harga kebutuhan pokok yang terdampak kendala distribusi.

Baca Juga: Kedalaman Sungai Kurang dari 1,5 Meter, Pemkab Mahulu Tetapkan Status Siaga Darurat Mulai 19 Agustus

Di tengah kondisi distribusi yang masih mahal, Pemkab Mahulu juga menyiapkan langkah melalui pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT). Namun, Angela menegaskan BTT tidak sepenuhnya diarahkan untuk pembelian sembako. Pemkab memprioritaskan anggaran tersebut untuk memperbaiki akses jalan Long Pakaq menuju Tiong Ohang yang saat ini mengalami banyak titik putus. 

“Untuk BTT Mahulu kita lebih mengutamakan untuk jalan dari Long Pakaq ke Tiong Ohang karena kondisi jalan di sana banyak yang terputus. Itu yang mau kita kerjakan supaya jalan Long Pakaq dan Tiong Ohang bisa punya kondisi yang lebih baik dan bisa tembus menggunakan mobil,” jelasnya. Menurut Angela, pembukaan akses darat tersebut diharapkan dapat memangkas biaya distribusi barang ke wilayah hulu.

Selama ini, pengangkutan melalui sungai membutuhkan biaya besar. Berdasarkan laporan Camat Long Apari Petrus Ngo, tarif angkutan menggunakan perahu ketinting dari Long Lunuk menuju sejumlah wilayah mencapai jutaan rupiah per perjalanan.

Baca Juga: Kemarau Berlanjut, Pemkab Mahulu Terbitkan SK Siaga Darurat Fokuskan Bantuan Kelompok Rentan

Untuk rute Long Lunuk–Tiong Ohang, tarif angkutan mencapai Rp2,75 juta per perahu, ditambah BBM 25 liter yang ditanggung penyedia barang. Long Lunuk–Noha Silat mencapai Rp4,25 juta ditambah 45 liter BBM, sedangkan Long Lunuk–Long Apari/Noha Tivab mencapai Rp5,55 juta ditambah 65 liter BBM.

“Harapan kita dengan pembukaan jalan ini akan menekan harga, karena ongkos angkut lebih murah daripada sebelumnya. Kita tahu sendiri ongkos angkut lewat sungai lebih tinggi daripada lewat darat,” kata Angela.

Pemkab juga akan membawa kebutuhan peningkatan akses tersebut ke pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat agar pembangunan infrastruktur dapat terus dilanjutkan. Selain kebutuhan pangan dan infrastruktur, Pemkab Mahulu juga akan memetakan kebutuhan kelompok masyarakat yang dinilai rentan selama kondisi kemarau dan gangguan distribusi.

Angela menyebut, obat-obatan serta kebutuhan balita, bayi, ibu hamil, lansia dan masyarakat yang sedang sakit akan menjadi perhatian khusus. “Tidak hanya masyarakat umum, tapi yang spesial seperti ibu hamil, balita, bayi, lansia dan orang sakit juga perlu kita utamakan,” ujarnya.

Selanjutnya, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diminta menyusun kebutuhan berdasarkan data di lapangan. “Kita akan membuat rap masing-masing, apa yang dibutuhkan sesuai data,” pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
Bantuan Sembako Mahulu Angela Idang Belawan Long Pahangai Long Apari Pemkab Mahakam Ulu