Update Gempa Flores NTT Hari Ini: Korban Tewas Jadi 71, Pengungsi Capai 59.647 Orang

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:27 WIB
Warga terdampak gempa Flores berada di lokasi pengungsian setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang NTT. Puluhan ribu warga masih mengungsi karena rumah rusak dan khawatir gempa susulan. (FOTO: IST)
Warga terdampak gempa Flores berada di lokasi pengungsian setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang NTT. Puluhan ribu warga masih mengungsi karena rumah rusak dan khawatir gempa susulan. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, KUPANG - Situasi pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih dalam penanganan. Jumlah korban meninggal dunia kini mencapai 71 orang.

Data terbaru disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (19/8/2026). Satu korban tambahan ditemukan di Kabupaten Nagekeo.

Gempa utama terjadi pada Sabtu (15/8/2026). Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman sekitar 15 kilometer.

Baca Juga: Putra Gowa Komjen Mohammad Fadil Imran Pensiun dari Polri, Kini Jadi Komisaris MIND ID

Guncangan tersebut juga masih diikuti aktivitas gempa susulan. Sampai Rabu pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 3.002 gempa susulan dengan magnitudo antara 1,1 hingga 6,2.

Dari ribuan gempa susulan itu, 86 di antaranya dirasakan oleh masyarakat. Sebanyak 25 kejadian tercatat memiliki magnitudo 5 atau lebih.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga belum berani kembali ke rumah. Selain bangunan yang mengalami kerusakan, kekhawatiran terhadap gempa susulan menjadi alasan warga memilih tetap berada di tempat pengungsian.

BNPB mencatat jumlah pengungsi mencapai 59.647 orang. Kabupaten Manggarai menjadi daerah dengan jumlah warga mengungsi paling banyak, yakni 20.334 orang.

Pemerintah kini memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Bantuan meliputi makanan, air bersih, tenda, matras, selimut, layanan kesehatan hingga kebutuhan sanitasi.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil dan penyandang disabilitas.

Namun, penyaluran bantuan di lapangan tidak sepenuhnya mudah. Sebagian warga memilih tinggal di sekitar rumah masing-masing untuk mengawasi harta benda dan ternak.

Kondisi ini membuat lokasi pengungsian tersebar di sejumlah titik. Pemerintah harus menyesuaikan distribusi bantuan agar kebutuhan warga di lokasi-lokasi tersebut tetap terpenuhi.

Baca Juga: Mutasi Polri Agustus 2026: Profil Kombes Sarly Sollu: Eks Dansat Brimob Polda Kaltara, Kini ke Mabes

Di tengah situasi darurat, masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap informasi yang beredar di media sosial. BNPB mengingatkan warga agar tidak langsung mempercayai ataupun menyebarkan kabar yang belum diketahui kebenarannya.

Informasi palsu dikhawatirkan menimbulkan kepanikan baru serta menghambat proses evakuasi, distribusi bantuan dan penanganan korban gempa.

Pemerintah bersama lembaga terkait masih melakukan penanganan dan pendataan dampak bencana di sejumlah wilayah NTT.

Editor : Uways Alqadrie
gempa bumi NTT korban gempa bumi NTT BPBD NTT update gempa bumi NTT bnpb