Gas 3 Kg Tembus Rp 250 Ribu, Bupati Mahulu Ancam Pihak yang Permainkan Harga Saat Bencana

Jody Kristianto • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:11 WIB
Imbas musim kemarau, Sungai Mahakam mengering dan membuat distribusi sembako ke wilayah perbatasan Mahakam Ulu, tersendat karena kapal tidak bisa berlayar. (Foto: Jody Kristianto/Kaltim Post)
Imbas musim kemarau, Sungai Mahakam mengering dan membuat distribusi sembako ke wilayah perbatasan Mahakam Ulu, tersendat karena kapal tidak bisa berlayar. (Foto: Jody Kristianto/Kaltim Post)

UJOH BILANG – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Angela Idang Belawan meminta seluruh perangkat daerah memperkuat pendataan warga terdampak kekeringan agar penyaluran bantuan selama masa siaga darurat dapat dilakukan secara merata dan tepat sasaran.

Arahan tersebut disampaikan Angela dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana kekeringan di Kantor Bupati Mahulu, Rabu (19/8). Angela mengatakan, dua kecamatan di wilayah hulu (Long Pahangai dan Long Apari) menjadi prioritas penanganan karena dampak kekeringan dinilai paling signifikan. Namun, tiga kecamatan lainnya tetap harus mendapatkan perhatian setelah kebutuhan masyarakat di wilayah hulu terpenuhi.

“Betul, kita tidak boleh meninggalkan tiga kecamatan ini, tapi kita memfokuskan di dua kecamatan yang di ulu,” kata Angela. Ia meminta Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan segera menyiapkan data lengkap dan akurat mengenai kelompok masyarakat rentan. Pendataan tidak hanya mencakup bayi, balita, ibu hamil dan lansia, tetapi juga masyarakat yang memiliki penyakit tertentu dan membutuhkan obat secara rutin.

“Orang sakit pun harus dicatat datanya. Mungkin seperti orang yang terkena stroke atau punya penyakit yang harus setiap hari minum obat seperti penyakit jantung, itu juga harus kita perhatikan,” ujarnya.

PEMIMPIN: Bupati Mahulu Angela Idang Belawan disambut hangat oleh warga Long Hubung, Jumat (3/7). JODY KRISTIANTO/KP
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan (tengah). (JODY KRISTIANTO/KP)

Menurut Angela, kebutuhan warga terdampak tidak boleh hanya dipandang dari sisi pangan. Pemerintah juga harus memastikan kebutuhan penunjang kesehatan tersedia, termasuk susu bagi bayi, balita, ibu hamil dan lansia, serta popok bagi anak-anak.

Ia mengingatkan, kondisi kekeringan dan meningkatnya harga kebutuhan pokok jangan sampai berdampak terhadap kondisi gizi masyarakat maupun meningkatkan angka stunting. “Jangan hanya terfokus pada sembako, tapi kebutuhan-kebutuhan lain penunjang untuk kesehatan kita tidak berikan,” tegasnya.

Angela juga meminta mekanisme pembagian sembako diperbaiki agar tidak terjadi warga yang menerima bantuan secara berlebihan sementara warga lainnya tidak kebagian.

Ia mencontohkan distribusi paket sembako sebelumnya yang hanya tersedia sekitar 700 paket sehingga belum mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat di dua kecamatan terdampak.

Baca Juga: Bantuan Pangan 9,7 Ton Tiba di Mahulu, Bupati Angela Fokuskan ke Long Apari dan Long Pahangai

Bupati meminta pemerintah menghitung kebutuhan berdasarkan jumlah anggota keluarga dan kebutuhan konsumsi dalam jangka waktu tertentu.

“Walaupun memang betul yang dibawa kemarin tidak banyak, tapi maksud saya begini, kita buatlah bagaimana semua masyarakat kita yang ada di dua kecamatan ini bisa mendapatkan rata,” katanya.

Dengan perhitungan tersebut, pemerintah dapat mengetahui jumlah beras dan kebutuhan pokok yang diperlukan setiap keluarga setidaknya untuk dua minggu. “Memang ini akan membuat pekerjaan kita lebih banyak, tapi akan lebih akurat. Yang kita inginkan dulu adalah kebutuhan mereka tercukupi,” ujarnya.

Angela juga meminta DKPP, Eko SDA dan BPBD mengevaluasi jumlah bantuan yang akan dikirim. Jika kebutuhan belum mencukupi, ia meminta jumlah sembako ditambah. “Kalau memang belum, saya akan minta Eko-SDA untuk melipatgandakan sembako yang akan dibawa. Kita akan melihat kekurangannya berapa, kebutuhan masyarakat berapa,” katanya. 

Selain distribusi bantuan, Angela menginstruksikan pemerintah segera mencari lokasi yang dapat digunakan sebagai gudang logistik di kawasan Long Pakaq. Menurutnya, langkah tersebut penting karena pola kekeringan maupun banjir di Mahulu telah berulang dan dapat dipetakan berdasarkan pengalaman sebelumnya.

Baca Juga: Siaga Darurat Kemarau, Bupati Mahulu Larang Kepala OPD Keluar Daerah Tanpa Izin

“Kalau bisa, secepat mungkin dicari di daerah Long Pakaq. Kenapa di daerah Long Pakaq? Karena ini sudah beberapa kali terjadi dan kita sudah mengetahui polanya, kapan kita menghadapi kemarau dan kapan kita akan menghadapi banjir,” jelasnya.

Gudang tersebut harus berada di lokasi yang aman, tidak rendah dan memenuhi persyaratan penyimpanan bahan pangan. Ia berharap ke depan Mahulu memiliki stok logistik yang dapat digunakan sebagai langkah antisipasi ketika bencana kembali terjadi, termasuk kemungkinan pembangunan gudang Bulog.

Angela juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran selama penanganan bencana. Ia meminta Inspektorat memastikan seluruh kegiatan yang dilakukan perangkat daerah memiliki perencanaan dan anggaran yang jelas serta sesuai aturan.

“Jangan sampai kita melanggar aturan yang ada,” katanya. Kegiatan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup maupun perangkat daerah lainnya diminta memiliki rencana dan RAB yang jelas.

Seluruh penggunaan anggaran dan sumber daya untuk penanggulangan bencana juga harus dilaporkan secara tertulis kepada Inspektorat untuk kemudian disampaikan kepada bupati.

Baca Juga: Kemarau Berlanjut, Pemkab Mahulu Terbitkan SK Siaga Darurat Fokuskan Bantuan Kelompok Rentan

“Apapun yang digunakan untuk menanggulangi bencana ini harus dilaporkan secara tertulis. Nanti laporan tersebut disampaikan kepada Inspektorat, kemudian Inspektorat menyampaikannya kepada saya,” ujarnya.

Angela menegaskan, pengawasan tersebut diperlukan agar seluruh kegiatan berjalan transparan dan tidak menjadi ruang penyalahgunaan anggaran. “Saya tidak mau ini dijadikan sebagai ruang untuk bermain-main, apalagi dalam kondisi bencana seperti sekarang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menaikkan harga kebutuhan secara berlebihan dan tidak sesuai kondisi riil di lapangan. Dalam hal mobilisasi logistik, Angela meminta pemerintah terlebih dahulu menghitung kebutuhan kendaraan berdasarkan jumlah barang yang akan dikirim.

Menurutnya, kendaraan tidak boleh dikerahkan hanya untuk bergerak ke wilayah hulu tanpa membawa bantuan yang jelas. “Kita harus benar-benar mempunyai data yang akurat sehingga kebutuhan kendaraan juga terlihat. Jadi, tidak hanya asal-asal membawa kendaraan untuk ke hulu, tapi tidak membawa apa pun,” katanya.

Ia ingin setiap kendaraan yang dikerahkan benar-benar membawa bantuan bagi masyarakat terdampak. Di sisi lain, Angela meminta Dinas Kesehatan memastikan kesehatan seluruh personel yang terlibat dalam penanganan bencana. Vitamin dan kebutuhan kesehatan lainnya harus disiapkan bagi petugas yang akan melakukan perjalanan ke wilayah terdampak.

Baca Juga: Kedalaman Sungai Kurang dari 1,5 Meter, Pemkab Mahulu Tetapkan Status Siaga Darurat Mulai 19 Agustus

“Saya tidak mau kalian yang mengantar, kalian yang mengatur ini dalam kondisi tidak sehat. Saya ingin kalian sehat semua dalam kondisi yang fit,” ujarnya. Angela juga menyoroti hambatan transportasi akibat penurunan debit sungai. Pemerintah kini mengandalkan alternatif jalur darat yang tengah diupayakan Dinas Pekerjaan Umum.

Pekerjaan pembukaan akses jalan menuju wilayah lebih hulu akan terus dipantau setiap hari. Jika akses dapat dibuka hingga Tiong Ohang, pemerintah akan memiliki pilihan transportasi yang lebih efektif sekaligus lokasi untuk mendukung distribusi logistik.

Camat Long Apari Petrus Ngo melaporkan kondisi harga kebutuhan pokok dan ketersediaan BBM di wilayahnya sebagai berikut: beras 25 kg Rp850 ribu, tabung gas 12 kg Rp850 ribu, gas 3 kg Rp250 ribu, gula pasir 1 kg Rp35 ribu, pertalite eceran 1 liter Rp35 ribu. Ia juga menyampaikan sisa pertalite di APMS Tiong Ohang sebanyak 107 drum atau 20.865 liter, sementara solar dan Dex dilaporkan kosong.

Angela berharap seluruh jajaran yang terlibat dapat menjalankan tugas selama masa siaga darurat dengan kondisi sehat dan kembali kepada keluarga tanpa kekurangan apapun. “Semoga kita semua sehat, dalam keadaan baik. Setelah selesai melaksanakan kegiatan selama satu minggu ini, kita kembali dengan keluarga dalam keadaan sehat,” pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
Harga Sembako Mahulu Angela Idang Belawan sungai mahakam surut Kekeringan Mahulu Pemkab Mahakam Ulu