KALTIMPOST.ID-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim menyambut program Pemagangan Nasional atau Maganghub yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Program tersebut dinilai membuka kesempatan lebih luas bagi pencari kerja untuk meningkatkan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.
Kepala Disnakertrans Kaltim Rozani Erawandi mengatakan, Maganghub menjadi tambahan terhadap program pemagangan yang selama ini telah dijalankan pemerintah daerah.
“Dengan adanya pemagangan nasional ini akan semakin banyak warga Kaltim yang dapat menambah kompetensi melalui jalur pemagangan,” ujar Rozani, Kamis (20/8).
Baca Juga: Penurunan Merah Putih Tutup HUT Ke-81 RI di Kubar, Generasi Muda Jadi Simbol Estafet Kepemimpinan
Menurut dia, pemagangan diarahkan untuk membentuk sekaligus meningkatkan kompetensi individu agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.
Efektivitas pemagangan terlihat dari tingkat penyerapan pesertanya. Rozani menyebut, pada periode 2024–2025, tingkat penyerapan peserta pemagangan di Kaltim berada pada kisaran 70–80 persen.
Dengan kuota pemagangan sekitar 300 peserta, lebih dari 250 orang berpotensi terserap ke dunia kerja setelah menyelesaikan program.
Sebelum Maganghub hadir, kapasitas program pemagangan yang dilaksanakan pemerintah daerah rata-rata maksimal sekitar 300 peserta.
Keterbatasan tersebut salah satunya dipengaruhi alokasi anggaran yang lebih banyak diarahkan untuk pelatihan di workshop.
Dalam Maganghub, Disnakertrans Kaltim berperan memfasilitasi dan menyosialisasikan program kepada masyarakat maupun perusahaan.
Baca Juga: Bayan Open 2026 Kembali Digelar di Balikpapan, Jonatan Christie dan Hendra Setiawan Turun Gunung
Pemerintah daerah juga telah menyurati sejumlah perusahaan di bawah pembinaan Disnakertrans agar berpartisipasi menyediakan kesempatan magang.
Rozani mengakui partisipasi perusahaan pada batch pertama masih terbatas. Namun, jumlah perusahaan dan peserta terus bertambah pada pelaksanaan berikutnya hingga 2025 dan 2026.
“Memang kalau dilihat dari sisi minat, tentu tidak berbanding lurus dengan jumlah kuota yang disediakan oleh perusahaan. Tetapi kami terus mendorong perusahaan untuk mengikuti program ini,” jelasnya.
Disnakertrans berharap keterlibatan perusahaan terus meningkat sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi.
Menurut Rozani, perluasan kesempatan pemagangan menjadi salah satu jalan meningkatkan daya saing sumber daya manusia Kaltim.
Kompetensi yang semakin sesuai dengan kebutuhan industri diharapkan turut memperbesar peluang pencari kerja terserap sekaligus mendukung pembangunan SDM unggul dan sejahtera di Kaltim. (rd)
Editor : Romdani.