KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kursi Demokrat di DPRD Kaltim kosong tak berpenghuni sejak Andi Faisal Assegaf berpulang pada 15 Juli 2026. DPD Demokrat Kaltim kini mulai menyiapkan penghuni baru lewat mekanisme pergantian antarwaktu (PAW). Prosesnya tinggal menunggu keputusan dari DPP Demokrat.
Ketua DPD Demokrat Kaltim, Bambang Soepriadi, mengatakan mekanisme PAW sudah berjalan di internal partai. Rekomendasi dari daerah telah disiapkan dan selanjutnya menunggu keputusan DPP. "Tinggal menunggu keputusan dari DPP," katanya, Jumat, 21 Agustus 2026.
Demokrat sebenarnya ingin proses tersebut segera tuntas. Namun, partai memilih menahan diri dan baru memproses seussi keluarga melewati masa berkabung setelah kepergian Andi Faisal.
Belakangan, keluarga almarhum justru memberikan lampu hijau agar proses PAW dilanjutkan. "Awalnya kita mau menunggu masa berkabungnya selesai. Cuman justru dari pihak keluarga, 'Enggak apa-apa,' gitu. Ya sudah, kita akhirnya proses," ujarnya.
Untuk pengganti, mekanismenya tidak dimulai dari nol. Demokrat akan mengacu pada hasil Pemilu Legislatif 2024. Caleg dengan perolehan suara terbanyak kedua jadi nama yang direkomendasikan untuk mengisi kursi tersebut.
Jika keputusan DPP sudah turun, maka DPD akan meneruskan administrasi itu ke Sekretariat DPRD Kaltim. "Dalam waktu dekat mungkin sudah terbit dari DPP. Setelah ada baru diproses ke Sekretariat DPRD," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki