KALTIMPOST.ID-Di Kutim, karhutla terjadi di dua lokasi di Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Jumat (21/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 10 hektare.
Namun, polisi masih belum mengetahui pelaku pembakaran maupun pemilik lahan yang terbakar.
“Pelaku pembakaran dan pemilik lahan yang terbakar belum diketahui,” demikian keterangan Humas Polres Kutim.
Sementara itu, kebakaran di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kilometer 54 Tol Balikpapan-Samarinda, Muara Jawa, Kutai Kartanegara, masih dalam penyelidikan.
Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Kaltim bersama Polres Kutai Kartanegara melakukan penyelidikan terhadap kebakaran yang terjadi pada Minggu (16/8). Luas lahan terdampak diperkirakan sekitar lima hektare.
Baca Juga: LAPSUS: 936 Hektare Hutan di Kaltim Terbakar, Anggota DPR Hetifah Ingatkan Ancaman Belum Berakhir
Dari pengecekan awal, polisi tidak menemukan aktivitas perkebunan maupun permukiman masyarakat di sekitar lokasi. Kondisi cuaca menjadi salah satu dugaan awal penyebab kebakaran, namun kepolisian masih melakukan pendalaman.
Tedy mengatakan, penanganan karhutla di Kaltim terus dilakukan bersama jajaran kepolisian di daerah.
Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro juga menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas menghadapi potensi kemarau panjang dan kering.
“Ini adalah tantangan bersama yang membutuhkan jawaban bersama. Bila tidak dilakukan secara terintegrasi, kita berpotensi menghadapi perfect storm scenario, yakni berbagai ancaman datang secara bersamaan dan memperparah situasi,” ujarnya.
Polda Kaltim memastikan penegakan hukum akan dilakukan terhadap pelaku pembakaran hutan maupun lahan.
Baca Juga: KONI Balikpapan Bidik Juara Porprov Kaltim 2026, Nasib 64 Cabor Ditentukan pada 9 September
Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dan segera melaporkan apabila menemukan pembakaran lahan maupun titik api.
“Prinsip kita adalah antisipatif, bukan reaktif. Pencegahan jauh lebih penting dibandingkan pemadaman ketika api sudah meluas,” tegas Endar. (rd)
Editor : Romdani.