KALTIMPOST.ID-Ancaman karhutla juga mulai memberikan dampak terhadap aktivitas transportasi udara di sejumlah wilayah Kalimantan.
Gangguan jarak pandang (visibility) akibat kabut asap dilaporkan terjadi di beberapa bandara yang masuk wilayah Regional VI.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan Iwan Winaya Mahdar mengatakan terdapat tiga bandara yang terpantau mengalami gangguan jarak pandang, yakni Bandara Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin.
Gangguan tersebut terutama terjadi pada pagi hari. Namun, kondisi jarak pandang berangsur membaik setelah pukul 09.00 Wita.
Baca Juga: LAPSUS: 936 Hektare Hutan di Kaltim Terbakar, Anggota DPR Hetifah Ingatkan Ancaman Belum Berakhir
“Informasi terbarunya yang sudah terganggu visibility-nya atau jarak pandang itu ada di Regional VI, yaitu ada tiga airport, Pontianak, Palangkaraya, dengan Banjarmasin. Itu pun terjadinya juga di pagi hari. Setelah jam 9 ke atas jarak pandang sudah menjadi normal kembali,” jelas Iwan.
Meski Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan belum mengalami gangguan jarak pandang secara langsung akibat kabut asap karhutla, kondisi di bandara lain tetap dapat berdampak terhadap penerbangan yang menuju maupun dari Balikpapan.
Hal itu karena operasional penerbangan menggunakan sistem rotasi. Ketika pesawat mengalami keterlambatan di bandara asal, jadwal penerbangan berikutnya juga dapat ikut bergeser.
Dengan demikian, gangguan akibat kabut asap di Banjarmasin, Palangkaraya, atau Pontianak dapat menimbulkan efek berantai terhadap jadwal penerbangan regional, termasuk yang terhubung dengan Balikpapan.
Kendati demikian, Iwan memastikan operasional penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan hingga saat ini masih berjalan normal.
Jarak pandang di sekitar bandara masih berada di atas batas minimum yang dipersyaratkan untuk keselamatan penerbangan. Aktivitas kedatangan dan keberangkatan pesawat pun belum mengalami gangguan langsung akibat kabut asap.
“Alhamdulillah sampai saat ini khusus untuk yang di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, kita masih belum ada dampak terkait dengan karhutla. Jarak pandangnya atau visibility-nya masih sesuai dengan minimum visibility, masih tidak mengganggu penerbangan,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.