2.946 Titik Panas Kepung Kalimantan dan Sumatera, Karhutla Riau Tembus 700 Hektare

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:24 WIB
Gratis istimewa
Gratis istimewa

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di Kalimantan. BNPB mencatat 1.842 titik panas terdeteksi di lima provinsi berdasarkan pemantauan satelit pada 21 Agustus 2026, sementara operasi penanganan terus diperkuat melalui jalur darat dan udara, termasuk dukungan water bombing.

Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 976 titik, disusul Kalimantan Barat 489 titik dan Kalimantan Timur 237 titik.

 Tingginya jumlah hotspot tersebut mendorong pemerintah daerah bersama BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan unsur terkait meningkatkan kesiapsiagaan untuk mencegah titik api berkembang menjadi karhutla yang lebih luas.

Baca Juga: Profil Komjen Syahardiantono yang Bikin Heboh DPR: Kabareskrim Calon Kuat Pengganti Kapolri

Sementara itu karhutla kembali meningkat di sejumlah wilayah Sumatera. Pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Sabtu (22/8/2026) pagi menemukan 1.104 titik panas yang tersebar di sembilan provinsi.

Karhutla di Kalimantan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.842 titik panas di lima provinsi Kalimantan berdasarkan pemantauan SiPongi menggunakan satelit NASA-NOAA 20 pada 21 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.832 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang, sedangkan 10 titik lainnya masuk kategori tingkat kepercayaan tinggi.

Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak. Tercatat 976 titik, terdiri dari 968 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan delapan titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Posisi berikutnya ditempati Kalimantan Barat dengan 489 titik panas, yakni 487 titik kategori sedang dan dua titik kategori tinggi.

Sementara itu, Kalimantan Timur tercatat memiliki 237 titik panas, seluruhnya berada pada tingkat kepercayaan sedang. Kemudian Kalimantan Selatan sebanyak 125 titik dan Kalimantan Utara 15 titik.

Baca Juga: Pesan Listyo Sigit untuk Calon Kapolri: 4 Komjen Penerus Berdasarkan Usia Pensiun dan Pengalaman

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan data titik panas menjadi salah satu indikator penting untuk melihat perkembangan potensi karhutla.

Menurutnya, informasi tersebut digunakan sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan, termasuk pengerahan personel dan sumber daya ke wilayah yang membutuhkan.

BNPB juga terus mengombinasikan penanganan melalui jalur udara dan darat. Operasi udara, termasuk dukungan water bombing, dilakukan untuk membantu memadamkan api di lokasi yang sulit dijangkau.

Di darat, pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, dan unsur terkait mengaktifkan posko serta satuan tugas karhutla. Langkah tersebut ditujukan untuk mempercepat pemantauan, pemadaman, sekaligus mencegah api kembali meluas.

BNPB mengingatkan bahwa pemadaman tidak berhenti setelah api terlihat padam. Tim di lapangan tetap harus memastikan bara dan titik api yang tersisa benar-benar terkendali, terutama di kawasan dengan karakteristik lahan yang rawan terbakar kembali.

Karhutla di Sumatera

Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot paling tinggi. Dari total tersebut, 528 titik panas terpantau berada di provinsi itu.

Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah wilayah lain. Bangka Belitung mencatat 221 titik panas, Lampung 98 titik, Riau 97 titik, dan Jambi 83 titik.

Sementara itu, Kepulauan Riau terpantau memiliki 34 titik panas. Selanjutnya Bengkulu 19 titik, Aceh 13 titik, Sumatera Utara sembilan titik, dan Sumatera Barat lima titik.

Baca Juga: Listyo Sigit Titip Pesan kepada Calon Kapolri! Ini Hitungan Usia Pensiun dan Masa Jabatan

Data tersebut merupakan hasil pemantauan BMKG hingga pukul 07.00 WIB. Keberadaan titik panas menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk melihat potensi karhutla di suatu wilayah.

Pelalawan Tertinggi di Riau

Di Provinsi Riau, sebaran titik panas ditemukan di sejumlah kabupaten dan kota.

Pelalawan menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni 71 titik panas.

Berikutnya Indragiri Hilir memiliki delapan titik dan Kampar empat titik. Indragiri Hulu serta Kota Dumai masing-masing tercatat tiga titik.

Sementara Kepulauan Meranti, Bengkalis, dan Rokan Hulu masing-masing memiliki dua titik panas. Kuantan Singingi tercatat satu titik.

Jumlah tersebut menjadi perhatian karena Riau pada saat bersamaan masih menghadapi kebakaran lahan yang cukup luas.

Lahan Terbakar Lebih dari 700 Hektare

Manggala Agni mencatat luas lahan yang terbakar di Riau telah mencapai lebih dari 700 hektare.

Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan luasan kebakaran terbesar, sekitar 434 hektare. Pelalawan menyusul dengan luasan sekitar 300 hektare.

Penanganan juga dilakukan di Kampar, Siak, dan Bengkalis.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto menyebut aktivitas kebakaran saat ini menunjukkan peningkatan terutama di Riau dan Sumatera Selatan.

Menurut dia, penanganan di Sumatera Selatan juga mendapat dukungan personel Manggala Agni dari Jambi yang telah diperbantukan selama hampir 15 hari.

Penanganan Terus Diperkuat

Munculnya ribuan titik panas membuat kewaspadaan terhadap karhutla di Sumatera perlu ditingkatkan.

Selain pemantauan melalui satelit, petugas melakukan penanganan langsung di lokasi yang terindikasi mengalami kebakaran.

Baca Juga: Taklukkan Jepang, Timnas eFootball Indonesia Amankan Tiket Piala Dunia

Operasi pemadaman juga tidak hanya mengandalkan personel di darat. Upaya penanganan dilakukan secara terpadu dengan menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah.

Masyarakat di daerah rawan karhutla juga diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan menggunakan metode pembakaran.

Pemantauan titik panas penting dilakukan karena perubahan kondisi cuaca dan lingkungan dapat memengaruhi perkembangan kebakaran.

Namun, titik panas hasil pemantauan satelit tidak otomatis menunjukkan adanya kebakaran yang telah terkonfirmasi. Verifikasi lapangan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Dengan jumlah titik panas yang masih tinggi, penanganan karhutla di Sumatera menjadi perhatian, terutama di wilayah yang menunjukkan peningkatan aktivitas kebakaran seperti Riau dan Sumatera Selatan.

 

Editor : Uways Alqadrie
karhutla kalimantan karhutla Sumatera Presiden Prabowo karhutla