Operasi Modifikasi Cuaca Kaltim Hari Kedua, 1,6 Ton Garam Disebar di Langit IKN untuk Kejar Hujan

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 07:51 WIB
Grafis istimewa
Grafis istimewa

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Upaya meningkatkan curah hujan di Kalimantan Timur terus dilakukan di tengah kondisi kemarau yang melanda sejumlah wilayah. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) memasuki hari kedua dengan menyebarkan total 1,6 ton natrium klorida (NaCl) atau garam melalui dua kali penerbangan.

Operasi tersebut menyasar kawasan strategis di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya wilayah Bendungan Sepaku Semoi. Penyemaian dilakukan menggunakan pesawat Casa NC-212 yang disiagakan Lanud Dhomber.

Komandan Lanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana menjelaskan, penerbangan pertama membawa 800 kilogram NaCl. Material tersebut disemai pada ketinggian sekitar 3.000 hingga 4.000 kaki.

Baca Juga: Eks Menteri Soeharto yang Orang Kaltim Kunjungi IKN, Begini Rencana Investasi yang Dibawa

Wilayah yang menjadi sasaran penyemaian meliputi sektor tenggara, barat laut, hingga barat daya Bendungan Sepaku Semoi.

Penerbangan kedua kembali membawa 800 kilogram NaCl. Kali ini penyemaian dilakukan pada ketinggian sekitar 10.000 kaki dengan menyesuaikan keberadaan dan perkembangan awan di wilayah operasi.

Sasaran utama pada penerbangan kedua berada di kawasan barat laut Bendungan Sepaku Semoi.

Menurut Gusti, pelaksanaan OMC tidak dilakukan secara sembarangan. Tim harus mempertimbangkan kondisi atmosfer, arah pergerakan awan, serta perkembangan cuaca sebelum menentukan lokasi penyemaian.

OMC menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk membantu menjaga ketersediaan air di kawasan IKN sekaligus mengantisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Operasi tersebut dilaksanakan Otorita IKN bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara. Pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 22 hingga 27 Agustus 2026.

Namun, kondisi cuaca Kaltim menjadi tantangan tersendiri. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan Djoko Sumardiono menyebut sebagian wilayah Kaltim telah mengalami kondisi tanpa hujan selama sekitar dua pekan.

Kondisi atmosfer yang kering membuat awan yang terbentuk pada pagi hari tidak bertahan lama hingga siang.

"Awan kerap tumbuh di pagi hari namun menghilang saat siang karena kandungan uap air yang minim," jelas Djoko.

Menurutnya, sejumlah awan yang berpotensi dikembangkan justru terpantau berada di kawasan perbatasan utara Kaltim.

Baca Juga: Polri Ungkap Modus 72 Tersangka Karhutla, Usut Dugaan Keterlibatan Korporasi dan Kelompok

BMKG juga mengingatkan bahwa OMC bukan jaminan hujan akan turun di wilayah sasaran. Pada musim kemarau, tingkat keberhasilan operasi secara historis berada di sekitar 30 persen.

Karena itu, proses penyemaian garam harus dilakukan berdasarkan perhitungan meteorologis agar material dapat bekerja pada awan yang tepat dan peluang terbentuknya hujan bisa dimaksimalkan.

Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menambah pasokan air, terutama untuk mendukung kebutuhan kawasan IKN sekaligus mengurangi risiko kekeringan dan karhutla selama periode kemarau.

Editor : Uways Alqadrie
operasi modifikasi cuaca di Kaltim modifikasi cuaca di Kaltim pemprov kaltim IKN Badan Otorita IKN