KALTIMPOST.ID- Bagi Cherry, dekorasi bukan sekadar urusan membuat sebuah acara terlihat cantik. Di balik kain, bunga, balon, hingga rangka dekorasi yang tertata, ada hitung-hitungan modal, keberanian mengambil peluang, dan cara bertahan ketika kondisi usaha tak selalu ramah.
Cherry mulai menekuni usaha dekorasi di Samarinda pada 2015. Sebelumnya, perempuan tersebut lebih dulu menjalankan bisnis fesyen selama sekitar satu dekade. Namun, perubahan persaingan di bisnis pakaian membuatnya mulai melirik bidang yang sudah lebih dulu dijalani sang adik. “Saya lihat peluangnya bagus,” kata Cherry.
Dari sanalah ia mengikuti jejak sang adik yang lebih dulu berkecimpung di dunia dekorasi. Pelan-pelan, usaha yang awalnya sekadar melihat peluang berkembang menjadi pekerjaan yang terus digelutinya hingga kini dengan nama Cherry Decoration atau @dekorasi_samarinda.
Jenis acaranya mengikuti permintaan pasar. Tasmiyah, ulang tahun, khitanan, hingga berbagai acara keluarga menjadi pekerjaan yang paling sering ditangani. Sementara untuk pernikahan, Cherry lebih selektif lantaran kebutuhan modalnya jauh lebih besar.
Modal Bertambah, Peralatan Diperbarui
Baca Juga: Operasi Modifikasi Cuaca Kaltim Hari Kedua, 1,6 Ton Garam Disebar di Langit IKN untuk Kejar Hujan
Perjalanan usaha Cherry tidak selalu mulus. Pandemi sempat membuat bisnis dekorasi terpuruk karena acara-acara dibatasi. Setelah itu, kehidupan pribadinya juga mengalami perubahan hingga ia harus membangun kembali usahanya sebagai orangtua tunggal. Sejak 2022, usaha mulai berjalan kembali meski perlahan. Untuk memperkuat modal, Cherry kemudian mencari pembiayaan usaha melalui Bankaltimtara Syariah.
Pada 2024, ia mencoba pembiayaan senilai Rp10 juta tanpa agunan. Pembiayaan pertama tersebut diselesaikan dengan lancar selama sekitar setahun. Catatan pembayaran itu kemudian menjadi modal kepercayaan untuk mengajukan pembiayaan berikutnya.
Kali ini nilainya lebih besar, Rp100 juta dengan tenor lima tahun. Dana tersebut digunakan untuk memperbarui perlengkapan dekorasi yang mulai lapuk, membeli material, menambah pilihan warna dan perlengkapan, serta menjaga ketersediaan modal kerja.
Sebab, pelanggan umumnya tidak langsung melunasi seluruh biaya di awal. Ada uang muka, sementara Cherry harus lebih dulu menyiapkan berbagai kebutuhan. “Kalau orang mau pesan, kita harus beli bahan. Uangnya harus ada,” jelas ibu tiga anak tersebut.
Baca Juga: Eks Menteri Soeharto yang Orang Kaltim Kunjungi IKN, Begini Rencana Investasi yang Dibawa
Tambahan modal dari Bankaltimtara membuatnya lebih leluasa mengikuti perubahan tren dekorasi. Permintaan pelanggan terus berkembang, sementara material yang tersedia harus ikut menyesuaikan.
Nyaman Sejak Proses Pengajuan
Keputusan memilih Bankaltimtara Syariah juga tidak datang begitu saja. Cherry sebelumnya memiliki pengalaman menggunakan layanan kredit dari bank lain. Karena itu, sebelum mengambil pembiayaan, ia sempat membandingkan sejumlah pilihan.
Informasi mengenai Bankaltimtara diperolehnya dari keluarga.
Setelah melihat skema pembiayaan dan mempertimbangkan kemampuan membayar, ia akhirnya mencoba. “Saya lihat kan perbandingannya, bagi hasil, syaratnya, harus timbang-timbang kan pastinya. Survey-survey juga, mana yang bagi hasilnya paling kecil, yang memudahkan,” kata perempuan kelahiran 1978 itu.
Pengalaman selama proses pengajuan turut membuat Cherry merasa nyaman. Ia menilai petugas Bankaltimtara ramah dan membantu selama proses pembiayaan.
Pengalaman pertama yang berjalan lancar membuatnya kembali menggunakan layanan Bankaltimtara untuk pengembangan usaha. “Gampang banget (syarat) karena kan saya sudah dua kali. Tinggal ngelanjutin,” ujarnya.
Baca Juga: Polri Ungkap Modus 72 Tersangka Karhutla, Usut Dugaan Keterlibatan Korporasi dan Kelompok
Bagi Cherry, pembiayaan usaha juga berarti menjaga kepercayaan. Selama menjadi debitur, ia berusaha disiplin memenuhi kewajiban setiap bulan dan tidak pernah terlambat membayar angsuran.
Ke depan, ia bahkan ingin memperluas bisnisnya. Salah satunya menyiapkan anaknya untuk belajar menjadi makeup artist (MUA), sehingga layanan yang ditawarkan tidak hanya dekorasi, tetapi juga tata rias hingga kebutuhan busana.
Transaksi Digital yang Memudahkan
Di tengah usaha yang semakin banyak bersentuhan dengan pelanggan dari berbagai daerah, Cherry juga mengandalkan transaksi digital. Pesanan dari luar Samarinda membuat pembayaran uang muka hingga pelunasan lebih praktis dilakukan melalui transfer.
“Pembayaran juga saya lebih dominannya ke transfer,” katanya. Untuk kebutuhan transaksi sehari-hari, Cherry menggunakan DG by Bankaltimtara. Baginya, kemudahan bukan hanya soal tidak perlu membawa uang tunai, tetapi juga adanya bukti transaksi yang langsung tersimpan. “Saya bilang kalau mau mudah kan ditransfer, ada bukti ini resinya,” lanjutnya.
Transaksi digital juga membuatnya lebih mudah membayar kebutuhan usaha ketika harus membeli perlengkapan dari luar daerah. Ia bahkan terbiasa membandingkan harga sebelum membeli. Pengalaman menggunakan DG by Bankaltimtara yang menurutnya memudahkan membuat Cherry turut mengenalkan layanan tersebut kepada keluarga.
Baca Juga: Bayan Open 2026 Masuki Sirnas C, Aturan Diperketat! Klub Wajib Patuhi Regulasi PBSI
Ia juga merekomendasikan Bankaltimtara kepada teman atau orang di lingkarannya ketika membutuhkan layanan pembiayaan maupun transaksi perbankan. Bagi Cherry, rekomendasi itu bukan sekadar ajakan. Ia menyampaikannya berdasarkan pengalaman sendiri selama menggunakan layanan Bankaltimtara. Dari keputusan berpindah haluan pada 2015, Cherry terus mencari celah untuk mengembangkan usaha.
Modal, kedisiplinan memenuhi kewajiban, transaksi digital, hingga keberanian merekomendasikan layanan yang dirasakannya membantu, menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Bagi Cherry, pengalaman sebagai nasabah di Bankaltimtara akhirnya tidak berhenti pada dirinya sendiri. Ketika sebuah layanan terasa memudahkan, ia memilih membagikan pengalaman itu kepada orang lain yang membutuhkan. (riz)
Editor : Muhammad Rizki