Lulusan Kuliah Belum Siap Kerja? Pengamat UMKT Ungkap Pentingnya Magang untuk Tingkatkan Skill

Ainur Rofiah • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:56 WIB
Tenaga kerja
Tenaga kerja

KALTIMPOST.ID-Perguruan tinggi dinilai perlu memperkuat keterhubungan dengan dunia kerja agar lulusan tidak harus memulai dari nol ketika memasuki dunia profesional.

Program magang menjadi salah satu jembatan untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan keterampilan yang dibutuhkan industri.

Pengamat pengembangan sumber daya manusia dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Asnawi Mubarok mengatakan, masih terdapat perbedaan orientasi antara perguruan tinggi dan dunia kerja yang perlu dijembatani.

Menurutnya, perguruan tinggi pada dasarnya berperan melahirkan sarjana dan ilmuwan. Sementara dunia kerja lebih menitikberatkan pada keterampilan yang dapat langsung diterapkan.

Baca Juga: El Nino Pecahkan Rekor 30 Tahun, Hotspot Kaltim Tembus 13.500 Titik dan Puncaknya September-Oktober

“Kalau di dunia kerja yang dibutuhkan adalah skill, sedangkan dari perguruan tinggi yang dihadirkan adalah seorang ilmuwan. Ini memang dua bahasa yang kurang nyambung. Karena itu harus didekatkan,” ujar Asnawi, Selasa (25/8).

Upaya mempertemukan kebutuhan tersebut dinilai menjadi pekerjaan bersama. Tujuannya agar mahasiswa memiliki gambaran mengenai lingkungan profesional sekaligus memahami penerapan ilmu yang diperoleh selama kuliah.

Asnawi mengatakan, UMKT telah lama menjalankan program magang bagi mahasiswa, terutama mereka yang memasuki semester enam dan tujuh.

“Magang ini tujuannya supaya mahasiswa punya gambaran dunia kerja itu seperti apa dan apa kaitannya dengan ilmu yang dia punya,” jelasnya.

Mahasiswa Fakultas Hukum, misalnya, dapat menjalani magang di kantor pengacara, notaris, instansi pemerintah, maupun perusahaan swasta.

Pengalaman tersebut memungkinkan mahasiswa mengaplikasikan pengetahuan akademik dalam situasi kerja nyata.

Baca Juga: Usai Makan Siang, Warga Manggar Balikpapan Diserang Parang, Terduga Pelaku Ditangkap di Gerbang Tol

Persoalan yang ditemukan selama magang juga dapat dibawa kembali ke ruang kuliah untuk didiskusikan dan dikaitkan dengan teori yang dipelajari.

Asnawi turut mengapresiasi program Maganghub yang digagas pemerintah. Menurutnya, program nasional tersebut dapat semakin efektif jika terhubung dengan sistem magang yang telah berjalan di perguruan tinggi.

“Pemerintah itu sudah tersistematis, tertata dengan baik. Tinggal bagaimana menyambungkan yang ada di kampus dengan yang ada di nasional,” katanya.

Integrasi tersebut diharapkan membuat transisi mahasiswa dari pendidikan menuju dunia kerja lebih terarah.

Magang juga tidak sekadar memperkenalkan lingkungan profesional, tetapi menjadi sarana meningkatkan keterampilan sebelum mahasiswa lulus.

“Tujuannya untuk meningkatkan skill. Saya apresiasi kalau ini ternyata digagas juga di tingkat nasional, apalagi dapat uang saku dan sertifikat,” pungkasnya. (rd)

Editor : Romdani.
Komjen Karyoto tenaga kerja kebakaran hutan dan lahan perguruan tinggi Kutai Barat