Hadirkan Pebulutangkis Rangking 1 Dunia, Mudyat Noor Bidik Bibit Unggul di Bayan Open 2026

Oktavia Megaria • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:44 WIB
Mudyat Noor (kanan) yang berpasangan dengan Jonatan Christie. (FOTO ANGGI PRADITHA/KP)
Mudyat Noor (kanan) yang berpasangan dengan Jonatan Christie. (FOTO ANGGI PRADITHA/KP)

KALTIMPOST.ID-Kemeriahan seremoni pembukaan kejuaraan bulu tangkis Sirnas C Bayan Open 2026 tentu tak lepas dari kehadiran Jonatan (Jojo) Christie dan Hendra Setiawan, Selasa (25/8).

Tak hanya mengisi sesi coaching clinic (CC), pada agenda yang berlangsung di BSCC Dome itu keduanya juga ambil bagian dalam dua laga eksibisi.

Di laga eksibisi pertama, Jojo berpasangan dengan Ketua Pengprov PBSI Kaltim Mudyat Noor. Berhadapan dengan Hendra Setiawan, yang berpasangan dengan Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro.

Baca Juga: Awas! 167 CCTV Awasi Jalan Balikpapan, Pelanggar Lalu Lintas Bakal Terlacak dan Akan Ditilang

Kehadiran Jonatan Christie di Bayan Open 2026 akan memberikan semangat bagi para atlet yang bertanding. Terlebih Jojo juga baru saja meraih predikat sebagai tunggal putra terbaik di dunia dengan menempati peringkat 1 rangking dunia BWF.

Menanggapi Bayan Open tahun ini, Mudyat mengatakan upaya PBSI Kaltim dalam hal pembinaan berbuah manis. Sebab termasuk Bayan Open, saat ini Kaltim sudah memiliki lima sirkuit nasional sekaligus.

“Jadi alhamdulillah PBSI Kaltim tahun ini menggelar lima Sirnas. Empat Sirnas C dan satu Sirnas B yang sudah kita laksanakan, tentu ini hal yang membanggakan,” jelas bupati Penajam Paser Utara (PPU) itu.

Terlaksananya Sirnas selama dua tahun terakhir, bukan tanpa alasan. Mudyat menyebut bahwa sebelumnya agenda sirkuit nasional hampir tidak pernah digelar di Benua Etam.

“Harapannya dengan adanya pelaksanaan Sirnas, ke depan Kaltim bisa menghasilkan bibit-bibit unggul, khususnya cabor bulu tangkis di Kaltim,” tambah pria yang juga bupati Penajam Paser Utara (PPU) itu.

Diakuinya, selama ini memang ada beberapa kesulitan Pengprov dalam proses pembinaan.

Walaupun secara umum, Kaltim disebut punya kemampuan yang jauh lebih unggul dibandingkan daerah lain, utamanya di luar Pulau Jawa.

Baca Juga: 454 Pekerja di Balikpapan Di-PHK hingga Juli 2026, Disnaker Prediksi Tembus 800 Orang Akhir Tahun

Dalam beberapa kali agenda nasional termasuk PON, lanjutnya, Kaltim kerap kali lolos di seluruh kategori. Beberapa kali agenda BK PON pun, sejatinya hampir berada peringkat satu perolehan medali.

“Tapi memang kendala kami itu di mental dan pertandingan yang sebetulnya jarang. Kalau ikut yang ke Pulau Jawa, butuh biaya cukup besar. Sehingga keberadaan Sirnas sini, tentu akan memacu para atlet sekaligus jadi pengalaman yang luar biasa,” ujar Mudyat.

Meski masih memfokuskan pada pembinaan, dia membeberkan bahwa PBSI Kaltim sedang mengupayakan wadah yang lebih serius. Yakni pemusatan pelatihan untuk Indonesia bagian tengah Indonesia.

Terkait usulan itu, pihaknya pun telah mengajukan kepada PBSI Pusat. Dengan harapan, wadah itu menjadi sarana baru untuk mencetak bibit-bibit unggul.

“Karena memang pembinaan di bulu tangkis Kaltim ini banyak yang bina, beberapa perusahaan besar ikut berperan. Kami berharap kita bisa melihat ada bibit-bibit unggul untuk diasah, yang insyaallah nanti menjadi pemain nasional atau internasional,” pungkasnya. (rd)

Editor : Romdani.
Bayan Open 2026 Jonatan Chirstie Kapolda Kaltim Endar Priantoro hendra setiawan Bupati PPU Mudyat Noor