BALIKPAPAN – Pemerintah pusat memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur dengan mendistribusikan 100 unit mesin pompa air.
Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Kementerian Pertanian (Kementan). Sebanyak 39 unit pompa air beserta perlengkapannya tiba di Base Ops Pangkalan TNI AU Lanud Dhomber, Balikpapan, Rabu (26/8) pagi.
Bantuan tiba sekitar pukul 10.00 Wita menggunakan pesawat Hercules C-130 dari Skadron Udara 33 Lanud Hasanuddin, Makassar. Sebelumnya, sebanyak 25 mesin pompa dari Kemenhan telah lebih dulu diangkut dan didistribusikan.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II (Pangkogabwilhan II) Marsekal Madya TNI Muzafar mengatakan, dari total bantuan tersebut, 75 pompa berasal dari Kementan untuk mendukung penanganan hotspot di Kaltim.
Baca Juga: Imbas Karhutla di Kalsel, Dua Penerbangan dari Bandara Sepinggan Sempat Terlambat
“75 pompa ini dari Kementerian Pertanian untuk penanganan 1.082 titik panas (hotspot) yang tersebar di Kaltim,” jelasnya.
Berdasarkan data BPBD Kaltim yang disampaikan Muzafar, hotspot tersebar di Kutai Timur (Kutim) sebanyak 276 titik, Kutai Kartanegara (Kukar) 141 titik, Berau 58 titik, Penajam Paser Utara (PPU) 160 titik, Paser 108 titik, Mahakam Ulu 25 titik, Kutai Barat 18 titik, Balikpapan 40 titik, Samarinda 31 titik, dan Bontang 26 titik.
Menurut Muzafar, bantuan peralatan akan terus ditambah menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Pemerintah juga menyiapkan dukungan udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah berlangsung sejak Sabtu (22/8).
Selain dukungan peralatan, TNI mengerahkan ribuan personel untuk membantu penanganan karhutla. Di bawah komando Kodam VI/Mulawarman, sebanyak 5.334 personel ditugaskan dalam operasi tersebut.
Muzafar juga mengingatkan masyarakat maupun perusahaan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Dia menegaskan tindakan tegas akan diberikan kepada pihak yang terbukti melakukan pembakaran.
“Ini sudah ditekankan Bapak Presiden, bila tertangkap akan ditindak tegas. Saya ingatkan lagi akan ditindak tegas,” tegasnya.
Distribusi Diprioritaskan
Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan koordinasi antara TNI, Polri dan seluruh tim satuan tugas (Satgas) di lapangan berjalan baik.
Meski kondisi karhutla di Kaltim dinilai tidak separah sejumlah provinsi lain di Kalimantan, penanganannya tetap mendapat perhatian pemerintah pusat.
Terkait distribusi pompa, BPBD Kaltim akan segera berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota untuk menentukan kebutuhan masing-masing daerah. Wilayah dengan jumlah hotspot tinggi akan menjadi prioritas.
“Kami akan melakukan pertemuan dengan BPBD kabupaten/kota dulu, karena armadanya masih belum memenuhi. Satu atau dua hari ini kami sudah bawa lagi untuk distribusi,” kata Buyung.
Kutim, Kukar, dan PPU menjadi daerah yang diprioritaskan karena memiliki jumlah hotspot relatif tinggi.
“Mudah-mudahan kita semua bisa melewati ini,” pungkasnya.
Total bantuan yang tiba pada Rabu memiliki bobot sekitar 12,9 ton. Perlengkapan tersebut terdiri atas 39 mesin pompa air, 39 selang buang, 39 selang hisap, empat filter beserta kelengkapannya, serta enam unit oli Pertamina.
Editor : Muhammad Ridhuan