KALTIMPOST.ID, Donald Trump, presiden Amerika Serikat (AS) menuturkan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei masih hidup.
Pernyataan itu ia sampaikan meski Mojtaba belum terlihat di depan umum sejak mengambil alih kekuasaan setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan pada Februari 2026.
Trump menyebut, Mojtaba masih hidup tapi mengalami luka parah.
“Saya rasa dia belum meninggal. Dia terluka parah. Sisi kiri tubuhnya, lengan, kaki, semuanya. Dia terluka parah. Tapi saya rasa dia belum meninggal,” ucap Trump.
Mojtaba Lama Tak Terlihat
Mojtaba disebut masih memimpin Iran di tengah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut.
Akan tetapi, ketidakhadirannya dalam berbagai penampilan publik memunculkan spekulasi terkait kondisi dan kemampuannya dalam menjalankan pemerintahan.
Baca Juga: Anak Donald Trump Jadi Incaran Iran, Tawarkan Hadiah Rp 177 Miliar
Spekulasi tersebut semakin berkembang setelah sejumlah tokoh veteran Garda Revolusi Iran mulai mengambil posisi penting dalam kekuasaan.
Situasi itu memunculkan dugaan bahwa Mojtaba mungkin telah meninggal atau tidak sepenuhnya memegang kendali atas pemerintahan Iran.
Mojtaba mengambil alih posisi kepemimpinan setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, gugur dalam serangan pada awal konflik Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu.
Walaupun kondisi Mojtaba menjadi sorotan, secara resmi kepemimpinan Iran masih berada di bawah kendalinya.
Klaim Tekanan Militer dan Ekonomi Berhasil
Trump yang telah beberapa kali menyatakan kemenangan atas Iran, kembali menegaskan bahwa tekanan militer dan ekonomi AS membuahkan hasil.
“Semua itu mengarah pada kemenangan yang sangat besar. Kita akan meraih kemenangan besar dalam waktu dekat,” katanya.
Trump juga bersikeras bahwa Selat Hormuz, tempat militer Iran telah mengganggu dan sebagian besar memblokir pelayaran, sebenarnya sepenuhnya terbuka.
“Bisa dibilang, karena selat itu sudah terbuka. Sekarang banyak kapal yang melewati Selat itu. Kita menerima mereka. Ranjau-ranjau sudah hilang,” terangnya.
“Kita tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Itulah intinya. Itu 99,9 persen. Kita tidak bisa membiarkan mereka karena mereka gila dan mereka akan menggunakannya,” tambahnya.
Editor : Hernawati