Ekonomi Kaltim Penuh Tekanan, DPRD Ingatkan Warga Jangan Bergantung pada Satu Penghasilan

Ainur Rofiah • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 18:14 WIB

 

Anggota Komisi II DPRD Kaltim Firnadi Ikhsan
Anggota Komisi II DPRD Kaltim Firnadi Ikhsan

KALTIMPOST.ID-Memasuki empat bulan terakhir 2026, ketahanan ekonomi rumah tangga di Kaltim menjadi perhatian.

Masyarakat dinilai perlu memiliki sumber penghasilan tambahan agar tidak hanya bergantung pada satu pendapatan ketika kondisi ekonomi mengalami tekanan.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim Firnadi Ikhsan mengatakan, kondisi ekonomi daerah perlu dilihat secara menyeluruh.

Persoalan yang dihadapi masyarakat tidak sebatas pemutusan hubungan kerja (PHK), tetapi juga kemampuan keluarga mempertahankan sumber penghasilan.

Baca Juga: Warga Pendatang di Balikpapan Kini Bisa Didata Langsung Ketua RT, Disdukcapil Mulai Uji Sistem Baru

Menurutnya, PHK memang menjadi salah satu dampak yang paling terlihat ketika aktivitas industri mengalami tekanan. 

Namun, persoalan ekonomi rumah tangga memiliki cakupan lebih luas karena berkaitan dengan kemampuan keluarga bertahan ketika pendapatan utama terganggu.

“Persoalannya bukan hanya PHK, tetapi daya tahan ekonomi keluarga,” ujar Firnadi, Sabtu (29/8).

Ia menilai keluarga yang hanya bergantung pada satu sumber pendapatan akan lebih rentan menghadapi perubahan kondisi ekonomi.

Sebaliknya, rumah tangga yang memiliki usaha maupun aset produktif lain mempunyai penyangga ketika sumber penghasilan utama terganggu.

Karena itu, Firnadi mendorong diversifikasi ekonomi di Kaltim dilakukan pada dua tingkatan.

Baca Juga: Berdoa Hujan Turun, 850 Prajurit TNI-Polri dan Warga Menggelar Salat Istisqa di Balikpapan

Pertama, memperkuat struktur ekonomi daerah agar ketergantungan terhadap sektor ekstraktif secara bertahap dapat dikurangi.

Kedua, memperluas sumber penghidupan masyarakat sehingga rumah tangga tidak hanya bergantung pada satu sumber pendapatan.

Namun, diversifikasi tersebut bukan berarti pekerja pertambangan harus beralih profesi menjadi petani atau nelayan.

Investasi, industri, serta lapangan pekerjaan formal tetap perlu dipertahankan karena menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian Kaltim.

Di sisi lain, pemerintah dinilai perlu membangun ekosistem yang memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat memperoleh pendapatan tambahan melalui kegiatan produktif.

“Yang perlu dibangun adalah ekosistem yang memungkinkan rumah tangga mempunyai sumber ekonomi tambahan melalui UMKM, kebun, ternak, perikanan atau kegiatan produktif lainnya sesuai kemampuan dan potensi masing-masing,” tegas politikus PKS tersebut.

Firnadi menilai penguatan sumber penghidupan alternatif menjadi salah satu langkah penting menjaga ketahanan ekonomi masyarakat hingga akhir 2026.

Dengan sumber pendapatan yang lebih beragam, keluarga diharapkan memiliki kemampuan lebih baik menghadapi tekanan maupun perubahan kondisi ekonomi. (rd)

Editor : Romdani.
Komjen Karyoto Komjen Fadil Imran letjen lucky avianto ibu kota nusantara dprd kaltim