KALTIMPOST.ID-Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terasa terhadap penerbangan dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan akibat gangguan jarak pandang di bandara tujuan.
Manager Kantor Cabang Bandara Internasional SAMS Sepinggan Iwan Winaya Mahdar mengatakan, penerbangan rute Balikpapan-Banjarmasin mengalami keterlambatan selama dua hingga tiga hari terakhir. Durasi keterlambatan berkisar satu hingga tiga jam.
“Untuk yang Balikpapan-Banjarmasin, karena penerbangannya di pagi hari, ini sudah 2–3 hari ini mengalami delay, yaitu kurang lebih 1 sampai dengan 3 jam,” kata Iwan, Kamis (27/8).
Namun, keterlambatan tersebut bukan disebabkan kondisi di Bandara SAMS Sepinggan. Pesawat yang akan melayani penerbangan dari Balikpapan harus menunggu pesawat dari Banjarmasin yang mengalami kendala akibat kondisi jarak pandang.
Baca Juga: Kabut Asap Makin Pekat di Kutai Barat, ISPU Tembus 138 dan Sekolah Terapkan Belajar dari Rumah
“Akibatnya bukan dari Balikpapan, tapi kita menunggu pesawat yang dari Banjarmasin ke Balikpapan,” ujarnya.
Iwan memastikan kondisi jarak pandang di Bandara SAMS Sepinggan masih berada di atas batas minimum operasional penerbangan. Kabut asap juga belum memengaruhi visibilitas di Balikpapan.
“Untuk visibilitas atau jarak pandang di Balikpapan sebenarnya tidak terpengaruh dengan kabut asap. Kita masih sesuai dengan di atas batas minimal,” jelasnya.
Gangguan justru terjadi di sejumlah bandara tujuan. Kondisi tersebut kemudian berdampak terhadap rotasi pesawat yang melayani penerbangan berikutnya menuju Balikpapan.
Selain Banjarmasin, penerbangan dari Pontianak menuju Balikpapan juga sempat mengalami keterlambatan cukup panjang.
Baca Juga: Ekonomi Kaltim Penuh Tekanan, DPRD Ingatkan Warga Jangan Bergantung pada Satu Penghasilan
Iwan menyebut waktu tunggunya mencapai hampir tiga hingga empat jam akibat kondisi visibilitas di Pontianak.
“Kemarin sempat dari Pontianak, delay hampir 3 sampai dengan 4 jam. Lagi-lagi karena memang kondisi visibilitas yang ada di Pontianak,” pungkasnya. Sementara itu, penerbangan menuju Berau masih berlangsung kondusif. (rd)
Editor : Romdani.