KALTIMPOST.ID-Pemprov Kaltim mulai mendistribusikan paket perlengkapan seragam sekolah gratis bagi peserta didik SMA/MA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di seluruh Kaltim.
Lebih dari 63 ribu paket disiapkan dan ditargetkan menjangkau sekolah hingga daerah pelosok mulai Oktober 2026.
Distribusi ditandai dengan penyerahan secara simbolis oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud kepada siswa kelas X SMA 10 Samarinda di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (1/9).
Paket yang diberikan tidak hanya berupa seragam putih abu-abu. Peserta didik juga mendapatkan topi atau jilbab, tas, serta sepatu.
Baca Juga: Dokter Spesialis di Pedalaman Kaltim Dapat Insentif Rp 30 Juta Per Bulan, Pemprov Siapkan Rp 8,5 M
Penyerahan turut dihadiri Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Armin, kepala sekolah dan guru SMA 10 Samarinda, serta perwakilan orangtua siswa. “Semoga semuanya sukses. Terus belajar ya,” pesan Rudy kepada para siswa.
Armin mengatakan, bantuan perlengkapan sekolah tersebut menjadi bagian dari program Gratispol Pendidikan yang dijalankan pemerintahan Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Program tersebut, menurut dia, ditujukan untuk membantu peserta didik dan orangtua sekaligus mendorong semangat belajar.
“Itu adalah bentuk kepedulian yang tinggi Pemprov Kaltim kepada anak-anak dan para orang tua, supaya anak-anak kita semangat,” ujarnya.
Penyerahan simbolis sekaligus menjadi awal distribusi ke kabupaten/kota. Penyalurannya dilakukan bertahap menyesuaikan proses pengadaan serta kondisi wilayah penerima.
Pada tahap awal, paket bagi SMA negeri unggulan telah didistribusikan ke tiga sekolah. Sebanyak 355 paket diberikan kepada SMA 10 Samarinda, 144 paket ke SMA 3 Tenggarong, serta 36 paket untuk SMA 2 Sangatta Utara.
Distribusi berikutnya menyasar jenjang SLB mulai 2 September. Sebanyak 851 paket akan dibagikan kepada peserta didik di 36 sekolah.
Baca Juga: 11 Tahun Buron, Kontraktor Kasus Korupsi Bandara Melalan Kubar Akhirnya Ditangkap di Sulawesi
Sementara pembagian perdana untuk jenjang SMK dijadwalkan mulai 4 September di Samarinda dan Balikpapan. Tahap tersebut mencakup 14 sekolah dengan sekitar 3.700 siswa penerima.
Armin mengatakan, produksi dan pengadaan perlengkapan untuk SMA dan SMK ditargetkan selesai pada akhir September.
Setelah itu, distribusi diperluas mulai awal Oktober hingga sekolah di berbagai wilayah Kaltim, termasuk daerah pelosok.
“Semua target kita paling tidak akhir September sudah rampung. Karena ini bertahap, kita harus bawa ke daerah-daerah dan menyerahkannya di sana. Mudah-mudahan awal Oktober semua sudah sampai ke pelosok,” katanya.
Secara keseluruhan, program tersebut mencakup 34.389 paket bagi peserta didik di 332 SMA/MA. Kemudian 28.308 paket untuk 208 SMK serta 851 paket bagi 36 SLB.
Dengan demikian, sedikitnya 63.548 paket perlengkapan sekolah disiapkan untuk 576 sekolah. Cakupannya tidak hanya sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta di seluruh Kaltim.
Skala distribusi tersebut menjadi tantangan berikutnya setelah penyerahan simbolis dilakukan.
Pemprov harus memastikan puluhan ribu paket tiba sesuai sasaran dan jadwal, terutama bagi peserta didik di wilayah yang memiliki akses lebih terbatas. (rd)
Editor : Romdani.