KALTIMPOST.ID,SIDOARJO-Korban diduga keracunan massal usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jatim, melonjak drastis. Hingga Rabu (2/9), jumlah santri yang dilarikan ke fasilitas kesehatan mencapat 500 orang.
Para korban saat ini tersebar di delapan rumah sakit di wilayah Sidoarjo. Berdasarkan data medis terbaru, sebanyak 320 santri telah diperbolehkan keluar rumah sakit (KRS), 115 santri masih dalam penanganan observasi, sementara 65 santri lainnya harus menjalani rawat inap (MRS).
Baca Juga: Petakan Sampah Laut, DLH PPU Gelar Sampling di Pantai Corong hingga Tanjung Jumlai
RSUD Notopuro Sidoarjo menjadi rumah sakit yang menampung pasien terbanyak, yakni mencapai 334 santri. Dari jumlah tersebut, 239 pasien sudah dipulangkan, 92 pasien dalam tahap observasi, dan 3 pasien menjalani rawat inap.
Sisa korban lainnya dirawat tersebar di beberapa fasilitas kesehatan, di antaranya RS Siti Hajar (74 pasien), RSU Aisyiyah Siti Fatimah (47 pasien), RS Delta Surya (20 pasien), RS Pusura (13 pasien), RS Arafah Anwar Medika (3 pasien), dan RS Anwar Medika (1 pasien).
Baca Juga: Resep Bawal Panggang Lezat Rumahan, Berlapis Daun Pisang Mudah Dibuat
Sementara itu, RS Pusdik Bhayangkara Porong menampung 8 santri yang seluruhnya harus menjalani perawatan intensif.
"Sampai pagi tadi masih ada 8 santri yang menjalani rawat inap," konfirmasi Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Porong, Zaid, Rabu (2/9).(*)
Editor : Thomas Priyandoko