Kasus Dugaan Keracunan Santri Massal di Sidoarjo, Operasional SPPG Kalitengah Dihentikan

Ari Arief • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 11:56 WIB
Akibat ratusan santri diduga keracunan MBG berdampak pada SPPG Kalitengah, Sidoarjo, ditutup sementara. Tampak ilustrasi penanganan para santri yang diduga keracunan itu.(generate ai)
Akibat ratusan santri diduga keracunan MBG berdampak pada SPPG Kalitengah, Sidoarjo, ditutup sementara. Tampak ilustrasi penanganan para santri yang diduga keracunan itu.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,SIDOARJO-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Langkah tegas ini diambil menyusul dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam serta sejumlah siswa dari satuan pendidikan lain.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyatakan penghentian layanan berlaku hingga hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi penyebab pasti kejadian keluar.

Baca Juga: Empat Kali Padam Sepekan, Begini Penjelasan PLN Melak Tentang Pasokan Listrik

"Operasional SPPG Kalitengah dihentikan sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi lebih lanjut atas penyebab kejadian tersebut," kata Emil usai meninjau penanganan korban di RSUD Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9/2026).

Emil menegaskan penanganan medis seluruh korban menjadi prioritas utama saat ini. Perawatan medis diberikan secara spesifik sesuai tingkat keparahan kondisi pasien.

Baca Juga: Petakan Sampah Laut, DLH PPU Gelar Sampling di Pantai Corong hingga Tanjung Jumlai

Selain santri, laporan gejala serupa juga muncul di beberapa sekolah lain pada hari yang sama. Kesamaannya, seluruh korban tercatat mengonsumsi makanan yang didistribusikan oleh SPPG Kalitengah pada Selasa (1/9/2026).

Pemprov Jatim bersama pemerintah daerah setempat akan menyisir seluruh sekolah penerima manfaat guna memastikan tidak ada korban bergejala yang terlewat. Emil juga menjamin seluruh biaya pengobatan korban—baik di fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta—ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.

Baca Juga: Salat Istisqa di Waru PPU, Warga Diajak Muhasabah dan Waspada Karhutla

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sidoarjo hingga Rabu (2/9/2026) pukul 00.45 WIB, tercatat 424 santri Ponpes Manba'ul Hikam dan 24 warga dari luar ponpes mengalami gejala keracunan. Namun, ada juga yang menyebutkan data bertambah menjadi sekira 500 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina mengungkapkan, dari total 448 korban yang terdata, sebanyak 173 orang di antaranya sudah dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang usai mendapat penanganan medis. Pihak rumah sakit dan fasilitas kesehatan terdekat hingga kini masih bersiaga menampung penanganan korban.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
keracunan santri sidoarjo SPPG Mbg