Gubernur Rudy Mas'ud Dorong KONI Kaltim Gandeng Swasta Lewat CSR, Tegaskan Keuangan Harus Transparan

Eko Pralistio • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 19:44 WIB
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud (tengah) didampingi jajaran Pemprov Kaltim berdiskusi dengan Ketua Umum KONI Kaltim Anderiy Syachrum di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Rabu (2/9/2026).

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Target prestasi olahraga Kalimantan Timur (Kaltim) tetap dipatok tinggi. Namun, keterbatasan fiskal daerah membuat pembinaan atlet tak bisa sepenuhnya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Hal itu disampaikan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat menerima audiensi jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (2/8).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis. Di antaranya penyelenggaraan event olahraga daerah hingga dukungan Pemprov Kaltim untuk babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang berlangsung tahun depan.

Gubernur Rudy Mas’ud mendorong KONI maupun penyelenggara kegiatan olahraga lebih aktif menggandeng sektor swasta. Salah satunya melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan kegiatan olahraga tanpa menambah beban APBD. Terlebih, anggaran daerah saat ini harus diprioritaskan untuk kebutuhan dasar masyarakat.

Baca Juga: Kejati Kaltim Selamatkan dan Pulihkan Triliunan Rupiah Keuangan Negara Sepanjang 2026

“Untuk prestasi kita oke, tapi jangan lupa setiap anggaran yang digunakan harus dipertanggungjawabkan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Di sisi lain, pihaknya tetap memasang target tinggi bagi olahraga Kaltim. Prestasi di level regional, nasional, hingga internasional diharapkan terus ditingkatkan. Namun, capaian di arena pertandingan harus dibarengi tata kelola organisasi yang sehat.

“Jangan sampai kita dapat prestasi, tapi ujungnya menyisakan masalah. KONI, tata kelola keuangannya harus akuntabel, transparan, dan profesional. Jangan sampai atletnya naik podium, tapi integritas dan administrasinya turun,” tegasnya.

Ketua Umum KONI Kaltim Anderiy Syachrum menyambut positif arahan gubernur. Menurutnya, kondisi fiskal daerah saat ini memang menuntut organisasi olahraga untuk tidak hanya menunggu dukungan pemerintah.

Baca Juga: Sunat Kuota Pertalite Balikpapan hingga 70 Persen, Legislator Kaltim Kecam BPH Migas

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang sudah membuka ruang kepada mitra-mitra pemerintah agar bisa bergandengan tangan membantu pembinaan atlet-atlet kita,” ungkap Anderiy.

KONI Kaltim, lanjut dia, akan memanfaatkan ruang tersebut untuk mencari sumber pendanaan alternatif. Termasuk mengembangkan berbagai potensi yang bisa menghasilkan pendapatan untuk membantu pembiayaan cabang olahraga.

Dengan begitu, program latihan atlet diharapkan tetap berjalan secara berkelanjutan meski dukungan anggaran pemerintah terbatas. Selain persoalan pendanaan, KONI Kaltim juga tengah mewacanakan perubahan pola penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Jika selama ini digelar empat tahun sekali, ke depan event tersebut diusulkan berlangsung setiap dua tahun.

Menurut Anderiy, perubahan tersebut dapat menjadi instrumen evaluasi pembinaan atlet sekaligus persiapan menuju PON. “Saat ini sudah ada dua daerah yang melaksanakan Porprov setiap dua tahun sekali, yakni Jawa Timur dan Jawa Barat. Tujuannya untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet agar tetap semangat dan venue tetap terawat,” jelasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
Rudy Mas'ud CSR Olahraga Kaltim Anderiy Syachrum KONI kaltim