Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik, Apa yang Dibahas dengan Prabowo?

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 12:10 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. (IST)
Presiden RI Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. (IST)

KALTIMPOST.ID - Pertemuan Prabowo Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9), tidak hanya menjadi ajang pertemuan dua kepala negara. Di balik sambutan hangat Presiden Rusia Vladimir Putin kepada Presiden RI Prabowo Subianto, muncul pembahasan mengenai arah kerja sama Rusia dan Indonesia di sejumlah bidang.

Pertemuan Prabowo Putin berlangsung dalam jamuan makan siang di sela kehadiran Prabowo sebagai tamu kehormatan utama dalam Forum Ekonomi Timur di Vladivostok. Putin menyampaikan apresiasi atas kedatangan Prabowo sekaligus menegaskan pentingnya hubungan kedua negara.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Presiden berkunjung ke Kota Vladivostok dan ikut serta dalam Forum Ekonomi Timur sebagai tamu kehormatan utama," kata Putin dalam pertemuan yang disiarkan langsung akun media sosial Sekretariat Presiden, dilansir dari CNN, Kamis (3/9).

Dalam pertemuan Prabowo Putin, Putin bahkan menyebut posisi Indonesia memiliki arti penting bagi Rusia di kawasan Asia Pasifik. Ia juga menekankan bahwa hubungan kedua negara telah terjalin dalam waktu yang panjang.

"Indonesia merupakan mitra paling kunci bagi Rusia di kawasan Asia Pasifik. Kita terkait hubungan persahabatan selama bertahun-tahun," ucap Putin.

Baca Juga: Keracunan MBG di Ponpes Sidoarjo Tembus 664 Korban, Dinkes Ambil Langkah Ini

Pembicaraan Tentang Perdagangan Rusia-Indonesia

Pertemuan Prabowo Putin menjadi momentum untuk membicarakan perkembangan hubungan ekonomi kedua negara. Putin menyebut kerja sama ekonomi Rusia dan Indonesia terus mengalami perkembangan, termasuk dari sisi perdagangan.

Menurut Putin, volume perdagangan kedua negara pada tahun sebelumnya mengalami peningkatan. Ia juga menyebut adanya komisi bersama yang terus menjalankan pembahasan mengenai ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis.

"Pada tahun lalu, volume perdagangan naik 12 persen. Komisi bersama Rusia-Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis turut bekerja," ujar Putin.

Selain perdagangan, Prabowo Putin juga membahas sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh. Putin menyebut pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, hingga energi sebagai bidang yang menjadi perhatian Rusia dan Indonesia.

"Kami memperhatikan pembangunan kerja sama bilateral di bidang pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi, khususnya energi nuklir," lanjut Putin.

Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa Prabowo Putin tidak hanya berkaitan dengan hubungan politik, tetapi juga menyentuh berbagai bidang yang berhubungan dengan kebutuhan ekonomi dan pembangunan kedua negara.

Putin juga menuturkan bahwa Rusia dan Indonesia telah meneken perjanjian perdagangan bebas. Dalam kesempatan itu, ia kembali menggambarkan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki hubungan dekat dengan Rusia di ASEAN.

Pertemuan Prabowo Putin di Vladivostok menjadi pertemuan kedua kedua pemimpin tersebut pada 2026. Putin berharap pertemuan kali ini dapat memberikan dorongan baru bagi hubungan bilateral Rusia dan Indonesia.

Baca Juga: Heboh! Dokter Obgyn Diduga Kirim DM Mesum, Ini yang Terjadi Setelahnya

Kedekatan hubungan tersebut menjadi salah satu hal yang kembali ditegaskan Putin dalam jamuan makan siang. Ia menyebut Jakarta sebagai salah satu sahabat yang paling dipercaya Rusia di kawasan ASEAN.

Dengan adanya pertemuan Prabowo Putin, pembahasan hubungan bilateral kedua negara kembali mendapat perhatian, terutama setelah Rusia menyoroti perkembangan perdagangan dan peluang kerja sama di berbagai sektor.

Prabowo Sampaikan Terima Kasih

Menanggapi sambutan Putin, Prabowo Putin dalam pertemuan tersebut kemudian diwarnai respons Presiden Prabowo yang menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Rusia atas sambutan yang diberikan.

Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat atas peringatan hari nasional Federasi Rusia yang berlangsung pada 12 Juni 2026. Selain itu, Prabowo menyinggung penyelenggaraan KTT peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada 18 Juni 2026.

"Juga atas penyelenggaraan KTT peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada 18 Juni 2026," ucap Prabowo.

Baca Juga: Kode Redeem Free Fire 3 September 2026: Segera Klaim Skin M1887 dan Diamond Gratis

Dalam pertemuan Prabowo Putin, Prabowo turut menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadiri acara penting yang sebelumnya digelar Rusia. Ia menjelaskan ketidakhadirannya berkaitan dengan persoalan dalam negeri.

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak dapat menghadiri acara penting tersebut karena ada masalah dalam negeri yang tidak bisa saya tinggalkan. Tapi saya membayar utang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang," kata Prabowo.

Pertemuan Prabowo Putin di Vladivostok pada akhirnya menjadi kesempatan bagi kedua negara untuk kembali menegaskan kedekatan hubungan. Selain aspek diplomatik, Rusia dan Indonesia juga membuka ruang penguatan kerja sama di bidang perdagangan, pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi.***

Editor : Dwi Puspitarini
Prabowo Putin hubungan Rusia Indonesia kerja sama Rusia Indonesia vladimir putin prabowo subianto