KALTIMPOST.ID,SIDOARJO–Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut adanya unsur kelalaian disengaja oleh pihak dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Kalitengah. Kelalaian dalam proses penyaluran makanan tersebut diduga kuat menjadi penyebab keracunan massal yang menimpa ratusan santri dan murid SD di Sidoarjo, Jatim.
"Ini berarti kelalaian yang disengaja. Aturan, petunjuk pelaksanaan, dan teknis sudah diberikan, tetapi lalai dalam melaksanakan," kata Sudaryono melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga: Keracunan MBG di Ponpes Sidoarjo Tembus 664 Korban, Dinkes Ambil Langkah Ini
Berdasarkan penelusuran sementara BGN, ditemukan sejumlah pelanggaran prosedur operasional standar oleh pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Makanan yang sebenarnya telah matang pada pukul 05.00 WIB dan seharusnya dikonsumsi sebelum pukul 09.00 WIB, dilaporkan secara manipulatif matang pada pukul 08.00 WIB agar batas konsumsi mundur hingga pukul 10.00 WIB.
Kondisi tersebut diperparah dengan keterlambatan distribusi di lapangan. Paket makanan baru dikirim ke sekolah sekitar pukul 11.40 WIB dan dikonsumsi para siswa setelah pukul 12.00 WIB, jauh melampaui batas aman konsumsi.
Baca Juga: Ratusan Santri Keracunan MBG, BGN Usul Copot Kepala SPPG Sidoarjo
Selain manipulasi waktu, SPPG Kalitengah juga terbukti tidak menempelkan label keterangan waktu matang dan batas konsumsi pada setiap wadah makanan (ompreng). Label tersebut hanya dipasang pada satu wadah di bagian atas tumpukan untuk kebutuhan dokumentasi laporan sistem. Akibatnya, para siswa tidak mengetahui bahwa makanan yang mereka terima sudah tidak layak konsumsi.(*)
Editor : Thomas Priyandoko