Kasus Keracunan MBG Berulang di Jatim, Puluhan Siswa SMAN 3 Nganjuk Mual dan Muntah

Ari Arief • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 12:33 WIB
Ilustrasi puluhan siswa SMA 3 Nganjuk, Jatim, diduga keracunan setelah menyantap menu nasi goreng MBG.(generate ai)
Ilustrasi puluhan siswa SMAN 3 Nganjuk, Jatim, diduga keracunan setelah menyantap menu nasi goreng MBG.(generate ai)

KALTIMPOST.ID,NGANJUK–Kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berulang di Jawa Timur. Sebanyak 49 orang yang terdiri dari siswa dan guru SMAN 3 Nganjuk terpaksa dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan setelah menyantap menu program tersebut pada Rabu (2/9/2026). Peristiwa ini terjadi hanya berselang sehari dari kasus serupa yang menimpa 566 santri di Sidoarjo.

Guru SMAN 3 Nganjuk, Andi Joko Santoso, menjelaskan bahwa paket makanan tiba di sekolah sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung dibagikan kepada para siswa. Namun, sekitar empat jam berselang, sejumlah siswa mulai mengeluhkan gejala mual, pusing, hingga muntah.

Baca Juga: BGN Sebut Ada Kelalaian Disengaja dalam Keracunan Massal MBG di Sidoarjo

"Jam dua (14.00 WIB) lebih, kok ada yang mual, pusing, dan muntah," kata Andi.

Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo, yang meninjau langsung para korban di RSUD Nganjuk menyebutkan bahwa para siswa menyantap menu berupa nasi goreng dengan lauk ayam suwir dan tahu bulat. Para korban dilaporkan baru merasakan efek mual jeda dua jam setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Baca Juga: Keracunan MBG di Ponpes Sidoarjo Tembus 664 Korban, Dinkes Ambil Langkah Ini

"Hingga saat ini terdata 49 orang korban, terdiri dari 48 murid dan satu guru perempuan. Sebanyak 20 orang dirawat di Puskesmas Begadung, 17 orang di RSUD Nganjuk, dan 12 orang di RS Bhayangkara," terang Trihandy.

Kejadian ini sempat memicu kemarahan keluarga korban di RSUD Nganjuk. Pria berkaos hitam yang merupakan paman salah satu korban terlihat meluapkan emosi kepada Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Begadung, Zaidan, terkait penggunaan menu nasi goreng.

Baca Juga: Istri Gubernur Kalteng Pesta Ultah Saat Warga Sesak Asap Karhutla, DPR Sebut Minim Empati

Saat dikonfirmasi mengenai insiden tersebut, Zaidan memilih bungkam dan menolak memberikan keterangan resmi kepada awak media. Sementara itu, Pemkab Nganjuk memastikan seluruh fasilitas kesehatan disiagakan untuk penanganan medis dan proses observasi para korban.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
keracunan guru nganjuk siswa Mbg