Dua Penghargaan Kemendagri untuk Kaltim, Gubernur Rudy Siapkan Program Lanjutan

Ainur Rofiah • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 09:12 WIB
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menerima dua penghargaan dari Kemendagri kategori pendidikan dan kesehatan. (DOKUMENTASI BIRO ADPIM KALTIM)
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menerima dua penghargaan dari Kemendagri kategori pendidikan dan kesehatan. (DOKUMENTASI BIRO ADPIM KALTIM)

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) meraih peringkat terbaik pertama dalam dua kategori pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Kalimantan yang digelar di Platinum Hotel Balikpapan, Kamis (3/9).

Dua penghargaan tersebut yakni kategori akses dan kualitas layanan kesehatan serta kategori akses penduduk terhadap layanan pendidikan.

Penghargaan diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berdasarkan hasil penilaian terhadap kinerja pemerintah daerah.

Baca Juga: Promo di Momen Hari Pelanggan, Berikut Rekomendasi untuk Berburu Promo di Berbagai Merchant BRI

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan, capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi atas berbagai program yang telah dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

“Alhamdulillah bahwa kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasilnya. Masyarakat Kaltim hari ini mendapatkan pendidikan mulai dari S1 sampai dengan S3, asal berdomisili di Kaltim, semuanya mendapatkan secara gratis, hanya tinggal mendaftar saja,” kata Rudy saat diwawancarai.

Menurutnya, Pemprov Kaltim juga terus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Salah satunya melalui jaminan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan domisili.

“Mereka cukup hanya dengan KTP Kaltim. Sekali lagi, yang berdomisili minimum tiga tahun di Kaltim, maka apabila di kabupaten kota tidak ter-cover, secara otomatis akan ter-cover untuk BPJS-nya,” ujarnya.

Selain pendidikan dan kesehatan, Rudy menyebut Pemprov Kaltim menjalankan sejumlah program lain, termasuk pemberian insentif bagi guru honorer, baik di sekolah negeri maupun swasta, mulai jenjang PAUD hingga SMA.

Baca Juga: Catatan Doni Aditya; Raja Psywar Itu Telah Berpulang, Tinggalkan Kesan Manis di Kaltim

Pemerintah provinsi, kata dia, juga memberikan bantuan biaya administrasi rumah bagi masyarakat kurang mampu yang mendapatkan rumah subsidi.

Bantuan tersebut disebut mencapai sekitar Rp10 juta untuk setiap rumah.

Rudy menjelaskan, penilaian penghargaan tersebut dilakukan secara tertutup sehingga pihaknya tidak mengetahui secara rinci indikator penilaian yang digunakan.

Menurutnya, proses penilaian melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Kalau dinilai yang tahu persis Pak Mendagri. Saya enggak tahu karena dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik Nasional. Penilaiannya tertutup,” sebutnya.

Dari empat kategori yang diberikan dalam kegiatan tersebut, Kaltim berhasil meraih dua penghargaan dengan predikat terbaik pertama di tingkat regional provinsi se-Kalimantan.

Rudy menegaskan, penghargaan tersebut tidak mengubah arah kebijakan Pemprov Kaltim karena berbagai program yang mendapat apresiasi memang telah menjadi bagian dari program unggulan pemerintah daerah.

“Ini kita berikan kepada masyarakat kita sebenarnya tanpa ada penilaian. Memang ini adalah bagian daripada program unggulan Pemprov Kaltim,” ucapnya.

Terkait anggaran yang diterima atas penghargaan tersebut, Rudy mengatakan penggunaannya masih akan dibahas bersama jajaran Pemprov Kaltim.

Sejumlah opsi yang dipertimbangkan antara lain untuk program penanganan stunting dan bedah rumah.

Baca Juga: Kabut Asap, PT TIS Gandeng Klinik Permata Husada Gelar Pengobatan Massal di Kampung Suakong Kubar

Ia menyebut penggunaan anggaran akan diarahkan sesuai arahan pemerintah pusat.

“Yang pastinya adalah untuk aman, sehat, resik dan indah pastinya. Jangan disimpan dananya, biar bisa berputar dan bisa produktif dan bermanfaat untuk masyarakat kita semuanya,” ujarnya.

Ke depan, Rudy mengatakan Pemprov Kaltim akan meningkatkan pembangunan konektivitas antarwilayah.

Menurutnya, luas wilayah Kaltim yang hampir setara dengan Pulau Jawa membuat akses menjadi salah satu tantangan pembangunan.

“Kita mulai dari hari ini, karhutla dan bencana kekeringan di Mahakam Hulu ini, akses jalan kita masih terbatas. Saat ini Pemprov Kaltim lagi giat-giatnya membangun akses jalan ke sana untuk membuka beberapa daerah yang terisolir,” katanya.

Rudy berharap pembangunan konektivitas dapat membuat seluruh wilayah Kaltim semakin terhubung sehingga manfaat kehadiran pemerintah dapat dirasakan masyarakat.

“Yang jelas kami berharap bahwa kehadiran pemprov ini betul-betul harus bisa dirasakan manfaatnya kepada seluruh masyarakat Kaltim,” pungkasnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
Rudy Mas’ud kesehatan Kaltim kemendagri kaltim pendidikan Kaltim