KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kebakaran hutan dan lahan yang mengancam KHDTK Samboja, Kutai Kartanegara, bukan hanya menjadi persoalan api yang mendekati kawasan hutan. Di dalam kawasan tersebut, terdapat pusat rehabilitasi orangutan yatim piatu yang tengah dipersiapkan untuk kembali menjalani kehidupan alaminya.
Ketika karhutla mulai mengancam kawasan rehabilitasi Yayasan Jejak Pulang, keselamatan 11 individu orangutan menjadi perhatian utama. Kepala BKSDA Kalimantan Timur, M. Ari Wibawanto, mengatakan informasi mengenai kebakaran di sekitar pusat rehabilitasi tersebut langsung ditindaklanjuti bersama Yayasan Jejak Pulang.
Hasil koordinasi memutuskan untuk mengevakuasi 11 orangutan yang sedang menjalani rehabilitasi ke tempat yang lebih aman. Sehingga para satwa tidak terdampak langsung oleh api maupun asap karhutla.
Baca Juga: Kepungan Api Karhutla Ancam Orangutan Samboja, Tim Gabungan Pacu Waktu Selamatkan Satwa
“Ini pilihan paling tepat menyangkut kesejahteraan dan keselamatan satwa, terutama perkembangan rehabilitasi yang sudah berlangsung,” kata Ari dalam pers rilisnya, Jumat, 4 September 2026.
Seluruh 11 orangutan akhirnya berhasil dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Setelah dilakukan pemeriksaan, kondisi seluruh satwa dipastikan dalam keadaan sehat.
Meski begitu, proses pengawasan belum berhenti setelah evakuasi selesai. Keterbatasan sarana di lokasi evakuasi menjadi salah satu tantangan yang kini harus dihadapi. Namun, pemantauan terhadap kondisi orangutan tetap dilakukan secara ketat.
Tim medis, animal keeper, hingga BKSDA Kalimantan Timur terus melakukan pengawasan untuk memastikan kondisi fisik dan kesejahteraan satwa tetap terjaga selama berada di lokasi sementara. "Walau ada keterbatasan sarana, pemantauan tetap dilakukan secara ketat oleh tim medis, animal keeper, dan BKSDA Kaltim. Dan sejauh ini mereka (orangutan) sehat dan aman," tutupnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki