Terkurung di Kandang Pasca Evakuasi Karhutla, 11 Orangutan Samboja Mulai Alami Kebosanan

Bayu Rolles • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 12:36 WIB
Petugas gabungan melakukan evakuasi satwa orangutan dari Sekolah Hutan Samboja yang terancam karhutla.
Petugas gabungan melakukan evakuasi satwa orangutan dari Sekolah Hutan Samboja yang terancam karhutla.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Evakuasi 11 orangutan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di KHDTK Samboja memang berhasil dilakukan pada 1 September 2026. Namun, masalah tak selesai ketika api berhasil dipadamkan dan satwa sudah dievakuasi ke KM 38 Samboja. 

Setelah menjalani rehabilitasi Kawasan seluas 130 hektare yang jadi sekolah hutan itu, 11 satwa yatim piatu itu kini harus kembali ke kandang. Dan terbatasnya ruang gerak itu, kata Head of Orangutan Care Yayasan Jejak Pulang, Siti Nur Badriyah, memicu perubahan perilaku dari 11 orangutan itu. 

“Perilaku orangutan di dalam kandang saat ini terlihat bosan karena ruang geraknya terbatas dan tidak mendapatkan pakan hutan sebanyak biasanya,” katanya, Jumat, 4 September 2026.

Di Sekolah Hutan, orangutan terbiasa bergerak bebas. Mereka dapat mengayun dari satu kanopi ke kanopi lain menggunakan liana, mencari pakan, hingga bermain dengan sesama orangutan. Situasi itu tentu berbeda ketika mereka harus berada dalam kandang.

Baca Juga: BKSDA Kaltim Pastikan 11 Orangutan Sekolah Hutan Samboja Sehat Usai Dievakuasi dari Karhutla

Perawatan maksimal dari manusia memang tetap diberikan. Namun, menurut Siti, kondisi tersebut tidak sepenuhnya bisa menggantikan pengalaman alami yang selama ini mereka dapatkan di hutan.

Karena itu, tim tetap menjaga proses rehabilitasi agar tidak terhenti selama masa evakuasi. Berbagai bentuk enrichment atau pengayaan diberikan untuk menstimulasi kemampuan fisik dan kognitif orangutan. Kandang juga dimodifikasi dengan sejumlah fasilitas yang meniru kondisi alami hutan.

“Kami membuat furniture yang memimik situasi hutan, seperti memasang tali yang biasa mereka gunakan untuk mengayun,” ujarnya.

Baca Juga: Kepungan Api Karhutla Ancam Orangutan Samboja, Tim Gabungan Pacu Waktu Selamatkan Satwa

Sementara itu, dokter hewan Yayasan Jejak Pulang, drh. Tetri Regilya, mengatakan kondisi seluruh orangutan yang dievakuasi hingga kini dalam keadaan baik dan normal.

Meski demikian, tim medis belum menghentikan pengawasan.
“Kami saat ini masih dalam kegiatan observasi, kemungkinan lebih dari satu hari. Saat ini belum ada tanda-tanda gejala flu atau gejala akibat karhutla, namun kami terus melakukan observasi mereka di dalam kandang,” katanya. (riz)

 

Editor : Muhammad Rizki
karhutla Kaltim orangutan Samboja BKSDA Kaltim