Bandara CGK dan Halim Tutup Sementara Dampak Erupsi Gunung Krakatau, Penumpang Sepinggan Tertahan

Dina Angelina • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 11:58 WIB
Seluruh penerbangan menuju Jakarta dari Bandara SAMS Sepinggan ditunda sementara demi keselamatan penerbangan dari ancaman abu vulkanik erupsi Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026).

 
Seluruh penerbangan menuju Jakarta dari Bandara SAMS Sepinggan ditunda sementara demi keselamatan penerbangan dari ancaman abu vulkanik erupsi Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026).  

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau memicu penutupan sementara aktivitas penerbangan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), dan Bandara Radin Inten II Lampung.

Akibatnya, seluruh penerbangan dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menuju wilayah tersebut tertahan pada Minggu (6/9/2026).

Baca Juga: Karhutla di Kutim Berujung Proses Hukum, Tiga Orang Sudah Diamankan Polisi

​General Manager Bandara SAMS Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar, membenarkan bahwa penutupan penerbangan dilakukan karena sebaran abu vulkanik telah meluas ke kawasan Banten, Jakarta, Lampung, dan sekitarnya.

​“Status ditutup sementara (closed) saya cek sekitar jam 2 malam WITA karena adanya dampak abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau,” kata Iwan kepada Kaltim Post, Minggu (6/9/2026).

​Iwan menegaskan, penutupan ini diambil murni demi mengutamakan keselamatan operasional penerbangan. Abu vulkanik berisiko tinggi merusak sistem mekanis armada jika dipaksakan terbang.

​“Material abu vulkanik bisa menggerus mesin pesawat. Sehingga yang diutamakan adalah keselamatan penerbangan. Ini memang faktor alam, semua pasti mengutamakan keselamatan operasional penerbangan,” bebernya.

Baca Juga: Kemarau Panjang Bikin Air Bontang Barat Diatur Bergilir, Cek Jadwal Distribusinya  

​Ia menambahkan, penerbangan dari Sepinggan menuju destinasi lain di luar tiga bandara tersebut hingga kini masih beroperasi normal karena dinyatakan aman dari sebaran abu vulkanik.

​Saat ini, pihak pengelola bandara bersama maskapai telah menjalankan penanganan penumpang sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan memastikan pemenuhan hak-hak penumpang terdampak.

​“Maskapai berkoordinasi dengan kami untuk bisa memberikan haknya penumpang sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkap Iwan.

​Pihak PT Angkasa Pura Indonesia juga terus berkoordinasi intensif dengan maskapai untuk memastikan kelanjutan operasional. "Apakah status penerbangannya postpone (dibatalkan) atau tetap ditunda menunggu kondisi CGK dan HLP dibuka kembali,” sebutnya.

​Iwan berharap para penumpang dapat memahami situasi darurat akibat faktor alam ini, sembari menunggu kepastian dibukanya kembali ruang udara Jakarta dan Lampung. (*)

Editor : Sukri Sikki
halim perdana kusuma erupsi tutup sementara bandara soekarno-hatta