KALTIMPOST.ID - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengungkap rencana besar untuk memperkuat Angkatan Laut Korea Utara. Ia ingin kekuatan laut negaranya tidak hanya bertambah dari sisi jumlah kapal, tetapi juga menjadi bagian dari sistem militer yang dilengkapi kemampuan nuklir.
Pernyataan mengenai Angkatan Laut Korea Utara itu disampaikan Kim saat menghadiri peresmian kapal perang Kang Kon di Pelabuhan Wonsan, Minggu (6/9). Acara tersebut menjadi kesempatan bagi Pyongyang untuk menunjukkan arah baru pengembangan kekuatan militernya.
Menurut laporan kantor berita Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), Kim menegaskan bahwa Angkatan Laut Korea Utara harus mampu menjalankan sistem persenjataan nuklir dalam situasi perang sebenarnya.
"Kita harus memastikan bahwa pengoperasian sistem tempur nuklir yang beragam dan efektif dilakukan untuk perang sesungguhnya melalui pengembangan angkatan laut kita menjadi kekuatan bersenjata nuklir," kata Kim, seperti dilaporkan KCNA, dilansir dari CNN, Senin (7/9).
Baca Juga: Harga Masker KN95 Naik 10 Kali Lipat, Warganet: Sudah Order Kok Dicancel!
Kapal Perang Baru Jadi Bagian dari Strategi Korut
Kemunculan kapal perang Kang Kon menjadi perhatian karena pengembangan Angkatan Laut Korea Utara dinilai tidak berhenti pada penambahan armada. Kapal tersebut disebut sebagai bagian dari upaya Pyongyang memperluas kemampuan militernya di laut.
Kim juga menyampaikan bahwa kapal perusak generasi baru harus mampu memberikan serangan balasan ketika mendapat perintah. Dalam pandangannya, kapal tersebut memiliki posisi penting dalam sistem penangkal nuklir Korea Utara.
"Begitu diperintahkan kapan saja, kapal perusak generasi baru itu seharusnya memberikan pukulan balasan yang mematikan kepada musuh karena merupakan kekuatan yang terlibat dalam sistem penanggulangan nuklir negara," imbuh Kim, dikutip dari KCNA dilansir dari CNN, Senin (7/9).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Angkatan Laut Korea Utara mulai ditempatkan dalam peran yang lebih luas dalam strategi pertahanan negara. Kekuatan laut tidak lagi sekadar dipandang sebagai alat untuk menjaga wilayah perairan.
Sejumlah pengamat menilai istilah angkatan laut yang dipersenjatai nuklir dapat berkaitan dengan kapal yang mampu menjadi platform peluncuran rudal jelajah berkekuatan nuklir.
Profesor Universitas Kyungnam Lim Eul Chul menilai pernyataan Kim juga dapat menjadi sinyal bahwa Korea Utara sedang menyiapkan aset strategis lain. Salah satu kemungkinan yang disebut adalah kapal selam baru yang dapat membawa rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam atau SLBM.
Baca Juga: Sidang Roy Suryo Ditunda, Hakim Terkendala Erupsi Anak Krakatau
Jika pengembangan tersebut berlanjut, Angkatan Laut Korea Utara berpotensi memiliki peran yang semakin penting dalam kemampuan serangan strategis Pyongyang. Kapal permukaan dan kapal selam dapat menjadi bagian dari upaya negara tersebut mempertahankan kemampuan militernya di laut.
Kim Jong Un Tunjukkan Kapal Perang Bersama Putrinya
Dalam acara peresmian tersebut, KCNA juga merilis sejumlah foto Kim Jong Un. Salah satu foto memperlihatkan Kim menyaksikan kegiatan bersama putrinya, Kim Ju Ae.
Kim terlihat mengenakan jas hitam dengan kemeja putih. Sementara itu, Ju Ae mengenakan pakaian serba putih. Dalam foto lainnya, keduanya terlihat melambaikan tangan ke arah kapal yang berada di depan mereka.
Kehadiran Kim Ju Ae dalam acara yang berkaitan dengan pengembangan Angkatan Laut Korea Utara turut menjadi perhatian. Namun, dari informasi yang disampaikan dalam laporan tersebut, tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai pesan khusus di balik kehadirannya.
Korea Utara juga mengerahkan kapal perang Kang Kon ke Laut Timur. Langkah tersebut dinilai berkaitan dengan upaya Pyongyang mempertahankan kemampuan militernya di wilayah laut yang menjadi lokasi aktivitas militer negara-negara lain.
Menurut Profesor Lim Eul Chul, pengerahan tersebut dapat membantu Korea Utara menjaga agar latihan maritim gabungan dan pengerahan aset nuklir tetap berada dalam jangkauan langsung.
Pengembangan Angkatan Laut Korea Utara juga berlangsung ketika Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan menggelar latihan militer Freedom Edge di sekitar Pulau Jeju pada pekan yang sama.
Pyongyang selama ini memandang latihan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya sebagai persiapan untuk menghadapi Korea Utara. Pandangan tersebut membuat setiap latihan berskala besar kerap mendapat respons dari pemerintah Kim Jong Un.
Respons Korea Utara dapat berupa langkah politik maupun tindakan militer, termasuk pengujian rudal. Dalam konteks tersebut, penguatan Angkatan Laut Korea Utara dapat menjadi bagian dari strategi Pyongyang untuk memperkuat kemampuan menghadapi ancaman yang mereka klaim berasal dari negara-negara lawan.
Peresmian Kang Kon pun tidak hanya menunjukkan hadirnya kapal perang baru. Pernyataan Kim Jong Un memperlihatkan bahwa Korea Utara ingin memberikan posisi yang lebih besar kepada Angkatan Laut Korea Utara dalam sistem pertahanan dan penangkal nuklir negaranya.***
Editor : Dwi PuspitariniSumber : CNN